INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperkuat pijakan bisnisnya di tengah tantangan sektor energi dan dinamika ekonomi global. Sebagai Subholding Gas Pertamina, perusahaan mengandalkan optimalisasi infrastruktur, peningkatan keandalan operasional, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru guna menjaga kinerja berkelanjutan dan mendukung ketahanan energi nasional.
Dengan jaringan pipa yang telah menjangkau lebih dari 33 ribu kilometer dan melayani lebih dari 825 ribu pelanggan di berbagai segmen, PGN kini berada pada posisi strategis dalam rantai pasok energi Indonesia. Infrastruktur tersebut menopang distribusi gas bumi bagi rumah tangga, pelaku usaha, sektor komersial, industri hingga pembangkit listrik.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini tidak hanya membangun infrastruktur baru, tetapi juga memastikan aset yang telah tersedia mampu memberikan manfaat maksimal bagi kebutuhan energi nasional.
“Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang,” ujar Fajriyah dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Didukung total aset sekitar US$6,2 miliar, PGN saat ini menguasai lebih dari 91 persen pangsa pasar niaga gas bumi nasional. Posisi tersebut memperkuat peran perusahaan sebagai salah satu tulang punggung distribusi energi domestik sekaligus membuka ruang pertumbuhan yang lebih besar seiring meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.
Untuk menjaga keandalan layanan, PGN terus memperkuat pengelolaan aset, menerapkan standar keselamatan yang ketat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan di seluruh wilayah operasional.
Tidak hanya mengoptimalkan infrastruktur eksisting, PGN juga menjalankan sejumlah proyek strategis yang ditujukan untuk memperluas konektivitas energi nasional. Program tersebut mencakup pengembangan infrastruktur terintegrasi, perluasan jaringan gas rumah tangga, hingga peningkatan utilisasi berbagai fasilitas energi yang telah dimiliki perusahaan.
“Selain mengoptimalkan infrastruktur yang telah beroperasi, PGN terus menjalankan berbagai proyek strategis untuk memperkuat konektivitas energi nasional dan membuka peluang pertumbuhan baru. Di antaranya melalui pengembangan infrastruktur terintegrasi, perluasan jaringan gas rumah tangga, serta peningkatan utilisasi aset dan fasilitas energi yang telah dimiliki Perseroan,” jelas Fajriyah.
Salah satu proyek penting yang tengah dijalankan adalah pengoperasian Pipa Transmisi Gas Cirebon–Semarang (CISEM) Tahap II melalui PT Pertamina Gas (Pertagas). Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan distribusi gas antarwilayah sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, terutama untuk sektor industri dan kelistrikan di Pulau Jawa.
Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat strategi ketahanan pasokan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
“Selain memperluas akses terhadap berbagai sumber energi dan mengembangkan pasar baru, PGN juga terus memperkuat ketahanan pasokan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ungkapnya.
Sepanjang kuartal I 2026, aktivitas operasional PGN tetap menunjukkan performa yang solid. Perseroan mencatat volume distribusi gas bumi sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD, mencerminkan tingginya peran PGN dalam memenuhi kebutuhan energi berbagai sektor ekonomi nasional.
Dari sisi keuangan, perusahaan juga berada dalam kondisi yang kuat. Hingga akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) tercatat sekitar 29 persen, dengan posisi kas dan setara kas mencapai sekitar US$1,36 miliar.
“Perseroan juga mencatat rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 21 kali, yang mencerminkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk mendukung operasional maupun investasi jangka Panjang,” tutur Fajriyah.
Sebagai bentuk komitmen kepada pemegang saham, PGN tetap mempertahankan dividend payout ratio sebesar 80 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk Tahun Buku 2025.
Menurut Fajriyah, fondasi bisnis yang kuat, dukungan infrastruktur yang luas, serta kemampuan menjaga pasokan energi akan menjadi modal utama PGN dalam menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan energi Indonesia pada masa mendatang.
“Kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu kami fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut. Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tutupnya.(her)










