INDOPOSCO.ID – Pemerintah memastikan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng Minyakita untuk 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tetap berjalan sesuai rencana. Rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tidak akan memengaruhi penyaluran bantuan karena stok yang dibutuhkan telah tersedia.
Hingga awal Juni, penyaluran bantuan pangan nasional telah mencapai lebih dari separuh target. Sebanyak 18,4 juta KPM telah menerima bantuan atau setara 55,37 persen dari total sasaran. Pemerintah menargetkan distribusi tuntas pada akhir Juni mendatang.
Untuk mendukung program tersebut, kebutuhan beras tercatat mencapai 664,9 ribu ton, sementara kebutuhan Minyakita mencapai 132,9 ribu kiloliter. Saat ini masih terdapat sisa distribusi sekitar 296,7 ribu ton beras dan 59,3 ribu kiloliter Minyakita yang terus disalurkan ke berbagai daerah.
Ketersediaan stok dinilai sangat memadai. Cadangan beras yang dikelola Bulog masih berada di level 5,3 juta ton. Sementara itu, pengadaan Minyakita untuk program bantuan pangan hampir mencapai titik akhir.
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan realisasi pengadaan Minyakita telah mendekati 99 persen. Dari total kebutuhan program, sebanyak 131,4 ribu kiloliter telah tersedia. Hanya beberapa wilayah yang masih menyelesaikan proses pengadaan dalam jumlah terbatas, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan bahwa setelah kebutuhan bantuan pangan terpenuhi, stok Minyakita yang dikelola pemerintah dapat segera diarahkan untuk memperkuat pasokan di pasar rakyat.
“Dengan hampir rampungnya penyaluran bantuan pangan, stok Minyakita pemerintah yang dikelola Bulog selanjutnya bakal disalurkan seluruhnya ke pasar-pasar rakyat,” ungkap Ketut dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, percepatan distribusi bantuan pangan tidak hanya membantu masyarakat penerima manfaat, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen pengendalian harga pangan pokok di lapangan.
“Kami telah meminta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya,” ucap Ketut.
Ia menilai volume minyak goreng yang akan beredar melalui program bantuan cukup besar sehingga dapat memberikan dampak langsung terhadap kondisi pasar.
“Karena apa? Minyak goreng yang harus didistribusikan pada bantuan pangan tersebut kurang lebih 132,9 ribu kiloliter. Itu banyak. Jadi kalau bisa serentak dikeluarkan sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita,” tambahnya.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14,074 triliun untuk menjalankan program bantuan pangan tersebut. Dana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di sisi lain, pembahasan mengenai penyesuaian HET Minyakita masih terus berlangsung. Pemerintah masih mengkaji sejumlah faktor, termasuk harga keekonomian minyak goreng dan perkembangan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar. Karena itu, besaran maupun waktu penerapan HET baru belum diputuskan dan akan menyesuaikan dinamika pasar ke depan. (her)










