INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih cepat, tepat, dan responsif, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan utama.
Komitmen tersebut disampaikan dalam sesi Urban Talks “AI in The System: Enhancing the Quality of Jakarta’s Public Services” yang berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, pukul 10.30–11.30 WIB di Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki, sebagai bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival 2026.
Diskusi menghadirkan Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial; Marulina Dewi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta; serta Widya Listyowulan, Government Affairs Director Microsoft Indonesia. Acara dipandu oleh Andhika Ajie, Kepala Subanppeda Kota Administrasi Jakarta Utara.
Sebagai kota dengan lebih dari 11 juta penduduk dan pusat kawasan metropolitan yang melayani puluhan juta pergerakan setiap hari, Jakarta menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam penyediaan layanan publik, mulai dari transportasi, kesehatan, pendidikan, kebencanaan, hingga pelayanan administrasi.
Dalam forum tersebut, Marulina Dewi menegaskan bahwa tantangan utama Jakarta saat ini bukan lagi kekurangan data, melainkan bagaimana mengubah data menjadi berkualitas dan terintegrasi sehingga membantu menghasilkan keputusan yang cepat, akurat, dan berdampak bagi masyarakat.
Menurut Marulina Dewi, kesiapan Jakarta menuju era AI dibangun melalui lima fondasi utama, yaitu data yang berkualitas, integrasi sistem, infrastruktur digital yang andal, peningkatan kapasitas SDM, serta tata kelola yang kuat. Dengan fondasi tersebut, AI dapat membantu pemerintah bekerja lebih cepat dalam menganalisis data, memprediksi kebutuhan layanan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Namun, AI tidak menggantikan manusia. Teknologi membantu pemerintah bekerja lebih cepat dan lebih cerdas, sementara keputusan dan pelayanan publik tetap ditentukan oleh manusia yang memahami konteks, kebutuhan, dan kepentingan masyarakat.
Untuk itu, pengembangan kapasitas ASN menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi digital Jakarta. ASN perlu dibekali kemampuan literasi data, pemahaman teknologi digital, serta keterampilan memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, AI menjadi alat yang mampu meningkatkan kualitas analisis, mempercepat pelayanan, dan mendukung lahirnya kebijakan publik yang lebih tepat sasaran, tetapi penggerak utama pelayanan publik tetap ASN.
Narasumber lainnya, Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial menyampaikan Menurut Chico Hakim, teknologi memang bisa membuat layanan publik lebih cepat, tetapi kepercayaan masyarakat dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan mudah dipahami. Ketika warga memahami apa yang sedang dikerjakan pemerintah, partisipasi dan kolaborasi akan tumbuh.(srv)










