INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan meninjau langsung kerusakan bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan yang terbengkalai selama 2 tahun pada Jumat (24/7/2026) sore.
“(Hari ini) saya melakukan kunjungan lapangan,” kata Pramono di Jakarta dikutip, Jumat (24/7/2026).
Ia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera melakukan perbaikan. “Begitu saya mempelajari, saya langsung dalam rapat meminta segera dilakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya. Saya juga baru tahu ternyata sudah cukup lama belum terselesaikan,” tutur Pramono terpisah di Balai Kota, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pemprov DKI Jakarta akan mencari solusi untuk perbaikan sekolah tersebut. Jika anggaran dari APBD belum tersedia, pihaknya akan mencari sumber pendanaan lain, seperti Corporate Social Responsibility (CSR) maupun Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
“Itulah fungsi instrumen APBD Jakarta untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan seperti itu. Dan itu termasuk yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan,” jelas mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) era Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu.
Lambannya perbaikan fasilitas sekolah itu dipicu oleh terhambatnya anggaran. Namun, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan Santoso enggan merinci kendala perbaikan tersebut dan hanya menekankan pentingnya mengikuti mekanisme yang berlaku.
“Kalau sistem penganggaran kan memang seperti itu kan? Ada mekanisme yang memang harus dilalui gitu,” ujar Santoso terpisah di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Bangunan sekolah itu dilaporkan ambruk secara bertahap saat diguyur hujan deras pada 27 November 2024. Kerusakan parah melanda empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), atap genteng hancur dan tiang penyangga menimpa fasilitas belajar seperti meja, kursi, dan lemari.
Saat ini, sisa bangunan utama yang tidak roboh (seperti lorong, ruang kepala sekolah, dan administrasi) sudah dikosongkan dan dipasangi garis peringatan demi keselamatan.
Akibat rusaknya sebagian besar fasilitas utama, para siswa menghadapi situasi belajar dengan keterbatasan. Sebanyak 274 siswa terpaksa mengungsi ke gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang terletak persis di sebelahnya.(dan)


















