INDOPOSCO.ID – Geliat ekonomi Jakarta kian terasa sepanjang gelaran Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 pada 11 Juni hingga 22 Juli 2026, yang ditandai dengan tingginya aktivitas perdagangan dan lonjakan transaksi belanja masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen pada triwulan ini dan berkontribusi sebesar 16,67 persen terhadap PDB nasional. Di saat yang sama, inflasi DKI Jakarta terjaga di angka 2,7 persen.
“Dengan kegairahan ekonomi seperti sekarang (berkat FJGS), inflasi Jakarta sebesar 2,7 persen merupakan yang terendah di seluruh Pulau Jawa,” kata Pramono saat penutupan acara FJGS 2026 di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Ia menekankan pentingnya menjaga pencapaian baik tersebut melalui kolaborasi dan kerja sama yang erat antara Pemprov DKI Jakarta dan para pelaku dunia usaha.
“Karena itu, momentum ini harus kita jaga bersama. Saya yakin kolaborasi dan kerja sama yang baik antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan para pelaku dunia usaha merupakan kata kunci agar Jakarta terus bergairah,” ujar Pramono.
Ketua Pengelola Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jakarta Mualim Wijoyo menjelaskan, visi acara FJGS adalah mengubah peran pusat perbelanjaan menjadi ruang publik yang menciptakan pengalaman bagi masyarakat, sekaligus mendorong ekosistem ekonomi Jakarta yang kian bertumbuh.
“Melalui FJGS 2026, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pesta diskon dan belanja. Kami ingin menjadikan pusat perbelanjaan sebagai ruang pertemuan masyarakat, tempat terciptanya pengalaman, sekaligus bagian dari ekosistem ekonomi Jakarta yang terus tumbuh dan berkembang,” jelas Mualim Wijoyo dalam kesempatan yang sama.
Pusat perbelanjaan terbukti mampu menghadirkan suasana yang lebih nyaman. Menurutnya, masyarakat kerap mendatangi pusat perbelanjaan saat situasi sedang kurang kondusif, meskipun hal tersebut pada akhirnya membuat pengeluaran mereka membengkak.
“Kami tetap bersyukur. Walaupun ada tekanan terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah, masyarakat tetap membelanjakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuh Mualim. (dan)


















