INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang terbengkalai selama 2 tahun akan dibangun kembali pada September 2026. Hal itu menandai tahap penataan ulang area sekolah yang rusak tersebut.
“Di tempat ini yang kemudian kita akan memulai pembangunan pada (September) saat ini,” kata Pramono saat meninjau langsung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, bahwa proses pembangunan kembali sekolah tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan dan membutuhkan sejumlah tahapan persiapan.
“Tahapan yang dilakukan yang pertama adalah penghapusan terhadap gedung yang rusak ini. Supaya enggak menjadi temuan, ini semuanya dihapuskan dulu,” ujar Pramono.
Pihaknya kemudian akan mencari sumber pendanaan lain, seperti Corporate Social Responsibility (CSR) maupun Koefisien Lantai Bangunan (KLB), karena jika menggunakan APBD harus menunggu tahun depan.
“Kemarin dalam rapat sudah saya putuskan dananya gabungan dari KLB dan juga APBD Perubahan,” ucap Pramono.
Proses pembangunan kembali sekolah itu ditargetkan rampung mendekati pertengahan tahun 2027, dengan menelan biaya mencapai Rp48,1 miliar. “Targetnya di tempat ini 10 bulan. Jadi kalau 10 bulan dari September, ya tinggal dihitung saja,” jelas mantan Seskab itu.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menunjuk tenaga profesional dalam proyek tersebut agar pembangunan yang sudah diupayakan dengan tidak mudah itu tidak dikerjakan setengah hati.
“Saya minta betul dalam hal ini yang diputuskan, ditunjuk untuk membangun orang yang memang profesional,” tutur politikus PDI Perjuangan itu.
Bangunan sekolah itu dilaporkan ambruk secara bertahap saat diguyur hujan deras pada 27 November 2024. Kerusakan parah melanda empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), atap genteng hancur dan tiang penyangga menimpa fasilitas belajar seperti meja, kursi, dan lemari. (dan)


















