INDOPOSCO.ID – Di tengah derasnya tren makanan modern, kuliner tradisional Betawi justru menunjukkan daya saing yang semakin kuat. Hal itu dibuktikan Rengginang Betawi “Bang Zai” yang menjadi salah satu produk UMKM paling diminati selama Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 di Pondok Indah Mall. Tidak hanya laris di kalangan masyarakat lokal, camilan khas Betawi tersebut juga menarik perhatian wisatawan mancanegara hingga membuka peluang ekspor ke sejumlah negara.
Keberhasilan tersebut turut mendongkrak omzet penjualan Rengginang Bang Zai hingga mencapai sekitar Rp10 juta pada hari terakhir penyelenggaraan bazar FJGS 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Main Atrium Pondok Indah Mall.
Founder sekaligus Owner Rengginang Betawi “Bang Zai”, Zainuddin, mengatakan tingginya antusiasme pengunjung menjadi sinyal bahwa kuliner tradisional masih memiliki pasar yang sangat besar apabila dikemas secara menarik dan dipromosikan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, selama tiga hari mengikuti bazar ini ada tamu dari China, Jepang, bahkan ada yang ingin membawa produk kami ke Eropa dan Melbourne. Ini menjadi bukti bahwa kuliner klasik khas Betawi masih memiliki daya tarik dan dicari oleh pengunjung mal besar,” ujar Bang Zai.
Selain rengginang sebagai produk unggulan, stan Bang Zai juga menawarkan berbagai camilan khas Betawi lainnya, seperti biji ketapang, keripik singkong, keripik bawang, hingga sambal khas Betawi yang dibuat dari resep turun-temurun.
Bang Zai mengungkapkan tren penjualan terus meningkat selama penyelenggaraan FJGS. Pada hari pertama, omzet penjualan tercatat lebih dari Rp5 juta. Angka tersebut naik menjadi sekitar Rp8 juta pada hari kedua, sebelum akhirnya menyentuh Rp10 juta pada hari penutupan.
Menurutnya, lonjakan penjualan dipengaruhi membludaknya jumlah pengunjung pada hari terakhir sekaligus meningkatnya perhatian masyarakat setelah stan Rengginang Bang Zai dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama istrinya, Endang Nugrahani Pramono.
Di balik tingginya permintaan pasar, Bang Zai mengaku tantangan terbesar saat ini bukan lagi memasarkan produk, melainkan menjaga kapasitas produksi agar tetap mampu memenuhi kebutuhan konsumen.
“Menantang itu menjaga produksi tetap stabil. Jangan sampai ketika permintaan tinggi, stok justru habis sehingga konsumen kesulitan mendapatkan produk,” katanya.
Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, Bang Zai berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin serius menjadikan kuliner Betawi sebagai identitas ibu kota. Menurutnya, keberadaan pusat oleh-oleh khas Betawi di lokasi-lokasi strategis hingga penyajian kuliner Betawi sebagai hidangan resmi bagi tamu pemerintahan akan menjadi langkah nyata memperkuat branding Jakarta.
“Kami sangat berharap Mas Pram selaku Gubernur DKI berkomitmen agar produk kuliner Betawi menjadi tuan rumah sebagai hidangan utama bagi tamu-tamu yang datang ke Jakarta. Dengan begitu Jakarta akan memiliki identitas kuliner yang kuat,” tuturnya.
Bang Zai juga mengapresiasi dukungan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPUKM) melalui program Jakpreneur yang telah membantu pelaku UMKM memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, hingga sertifikasi halal tanpa biaya.
Menurutnya, keberlanjutan pembinaan tersebut perlu diiringi dengan kemudahan akses pembiayaan berbunga rendah agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran ke pasar nasional maupun internasional.
Keberhasilan Rengginang Bang Zai di FJGS 2026 menjadi bukti bahwa produk kuliner tradisional Betawi tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga berpotensi menjadi komoditas unggulan yang mengharumkan nama Jakarta di pasar global.(dil)


















