• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dwelling Time Melonjak, Pemerintah Siapkan Langkah Tegas untuk Importir Bandel

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 7 Juni 2026 - 14:04
in Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Sabtu (6/6/2026)/istimewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Sabtu (6/6/2026)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Meningkatnya aktivitas impor mulai memberi tekanan pada arus logistik nasional. Kondisi tersebut terlihat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi penumpukan dokumen dan kontainer sehingga memicu kenaikan dwelling time.

Untuk memastikan proses pelayanan kembali berjalan optimal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Sabtu (6/6/2026).

BacaJuga:

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Dalam kunjungannya, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerima laporan mengenai tingginya antrean dokumen kepabeanan yang berdampak pada kelancaran distribusi barang.

“Saya mendapatkan informasi beberapa hari yang lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Jumlah surat atau dokumen yang harus diproses sempat mencapai sekitar 3.000 kontainer. Kondisi ini menyebabkan dwelling time meningkat dan mulai menimbulkan gangguan terhadap pasokan bahan baku bagi pelaku usaha,” ujar Purbaya.

Meski jumlah dokumen yang tertunda telah berkurang dari sekitar 3.000 menjadi 2.500 kontainer, pemerintah menilai kondisi tersebut masih jauh dari ideal. Karena itu, Kementerian Keuangan meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengambil langkah percepatan dengan menambah personel dan menerapkan operasional penuh selama 24 jam.

“Saya minta ditambah personelnya. Mereka harus bekerja 24 jam dengan dua shift atau lebih sampai jumlah antrean turun kembali ke level normal, sekitar 500,” tegasnya.

Selain persoalan antrean administrasi, Menkeu juga menemukan adanya kontainer yang masih tertahan di area pelabuhan meskipun seluruh proses kepabeanannya telah selesai. Kondisi ini menyebabkan kapasitas penyimpanan pelabuhan berkurang karena sejumlah barang tidak segera dipindahkan keluar.

Pemerintah menduga sebagian importir memilih membiarkan barang tetap berada di pelabuhan karena biaya yang dikeluarkan lebih rendah dibandingkan menyimpan barang di gudang komersial. Praktik tersebut kini menjadi perhatian khusus karena berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas logistik nasional.

Sebagai respons, Kementerian Keuangan tengah menyiapkan penyempurnaan regulasi yang akan memberikan disinsentif kepada importir yang menahan barang terlalu lama di kawasan pelabuhan. Kajian tersebut dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

“Kami akan melihat berapa lama dwelling time yang wajar. Jika sudah melewati batas yang tidak wajar, baru akan ada langkah penegakan, termasuk kemungkinan pengenaan denda yang lebih besar,” jelas Purbaya.

Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk menambah beban pelaku usaha, melainkan memastikan pelabuhan dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai simpul utama rantai pasok nasional.

“Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal,” tambahnya.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan di Tanjung Priok. Opsi redistribusi sumber daya manusia dari kantor lain juga disiapkan apabila dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian antrean dan menurunkan dwelling time, sehingga pasokan bahan baku bagi industri tetap terjaga. (her)

Tags: Bea Cukailogistik pelabuhanPenumpukan Kontainer

Berita Terkait.

mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1114 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2809 shares
    Share 1124 Tweet 702
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.