• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tinjau Pelayanan Kepabeanan Tanjung Priok, Menkeu Dorong Percepatan Arus Logistik Nasional

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:41
in Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tinjau Pelayanan Kepabeanan Tanjung Priok mendorong percepatan arus logistik nasional, Sabtu (6/6/2026) Foto: Humas Bea Cukai

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tinjau Pelayanan Kepabeanan Tanjung Priok mendorong percepatan arus logistik nasional, Sabtu (6/6/2026) Foto: Humas Bea Cukai

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turun langsung meninjau pelayanan kepabeanan di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara, Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul laporan adanya lonjakan dokumen dan kontainer yang belum terselesaikan di Pelabuhan Tanjung Priok, yang berdampak pada meningkatnya dwelling time dan berpotensi mengganggu pasokan bahan baku bagi industri nasional.

BacaJuga:

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

“Saya mendapatkan informasi beberapa hari yang lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Jumlah dokumen yang harus diproses sempat mencapai sekitar 3.000 kontainer. Kondisi ini menyebabkan dwelling time meningkat dan mulai mengganggu kelancaran pasokan bahan baku,” kata Purbaya.

Menurutnya, sejumlah langkah perbaikan telah dilakukan sehingga jumlah dokumen yang tertunda berhasil ditekan menjadi sekitar 2.500 kontainer. Namun, pemerintah menilai diperlukan langkah yang lebih agresif agar pelayanan dapat kembali normal dalam waktu cepat.

Untuk mempercepat penyelesaian antrean, Menkeu meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menambah personel serta memperpanjang jam operasional pelayanan. Ia bahkan menginstruksikan petugas bekerja penuh selama 24 jam dengan sistem beberapa shift hingga jumlah antrean kembali ke tingkat normal.

“Saya minta ditambah personelnya. Mereka harus bekerja 24 jam dengan dua shift atau lebih sampai jumlah antrean turun kembali ke level normal, sekitar 500,” tegasnya.

Selain persoalan kapasitas layanan, Purbaya juga menemukan adanya kontainer yang telah menyelesaikan seluruh proses kepabeanan tetapi belum segera dikeluarkan oleh importir. Akibatnya, barang tetap menumpuk di area pelabuhan selama berbulan-bulan dan mengurangi kapasitas penyimpanan yang tersedia.

Menurut Menkeu, praktik tersebut ikut memperparah kepadatan di pelabuhan. Sejumlah importir diduga lebih memilih membiarkan barang berada di kawasan pelabuhan karena biaya yang dikeluarkan dinilai lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar kawasan pelabuhan.

Karena itu, Kementerian Keuangan tengah mengkaji penyempurnaan regulasi untuk memberikan disinsentif bagi importir yang terlalu lama meninggalkan barangnya di pelabuhan.

Purbaya mengungkapkan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan telah diminta menyiapkan skema pengaturan yang adil dan tidak memberatkan dunia usaha, namun tetap mampu mendorong percepatan arus barang.

“Kami akan melihat berapa lama dwelling time yang wajar. Jika sudah melewati batas yang tidak wajar, baru akan ada langkah penegakan, termasuk kemungkinan pengenaan denda yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan ditujukan untuk menambah beban pelaku usaha, melainkan memastikan Pelabuhan Tanjung Priok dapat berfungsi optimal sebagai simpul utama logistik nasional.

“Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal,” tutur Purbaya.

Kementerian Keuangan memastikan akan terus memantau perkembangan di Pelabuhan Tanjung Priok. Sejumlah opsi tambahan juga disiapkan, termasuk redistribusi sumber daya manusia dari kantor-kantor Bea Cukai lainnya apabila dibutuhkan, guna mempercepat penurunan dwelling time dan menjaga kelancaran arus barang, terutama bahan baku bagi sektor industri nasional. (ipo)

Tags: Bea CukaiMenteri KeuanganPelabuhan Tanjung Priokpurbaya yudhi sadewa

Berita Terkait.

mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1114 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2809 shares
    Share 1124 Tweet 702
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.