INDOPOSCO.ID – Upaya memperluas akses kepemilikan rumah di era digital terus diperkuat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kali ini, bank yang dikenal sebagai motor utama pembiayaan perumahan nasional tersebut menjalin kolaborasi strategis dengan platform properti digital Pinhome guna menghadirkan layanan pencarian hunian dan pembiayaan rumah yang lebih terintegrasi.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan properti dalam satu ekosistem, mulai dari mencari rumah baru maupun rumah second, mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga memanfaatkan fasilitas take over kredit.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi perseroan dalam merespons perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital untuk mencari hunian dan layanan keuangan.
“BTN terus bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan Pinhome menjadi bagian dari upaya kami memperluas akses pembiayaan rumah yang lebih mudah, cepat, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini, khususnya generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi digital,” ujar Nixon saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) digitalisasi proses kredit konsumer di Jakarta, Kamis (4/2/2026).
BTN sendiri memiliki pengalaman panjang dalam sektor pembiayaan perumahan. Sejak 1976, perseroan telah menyalurkan sekitar 6 juta unit KPR kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Nixon, pengalaman tersebut perlu diperkuat dengan kolaborasi bersama platform digital yang memiliki jangkauan luas terhadap calon pembeli rumah. Langkah ini diyakini mampu mempercepat akuisisi debitur sekaligus memperluas pasar KPR non-subsidi.
“Ekosistem properti saat ini semakin digital. Karena itu, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kanal-kanal yang memang menjadi pilihan mereka dalam mencari rumah dan memperoleh informasi pembiayaan,” katanya.
Lebih jauh, Nixon menegaskan bahwa sinergi yang dibangun tidak hanya sebatas kerja sama pemasaran produk KPR. BTN dan Pinhome ingin menciptakan pengalaman pembiayaan rumah yang menyeluruh dari awal hingga akhir proses.
“Yang kami bangun bukan hanya kerja sama pemasaran KPR. Kami ingin menciptakan journey pembiayaan rumah yang end-to-end dan seamless sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman sejak mencari properti hingga proses pengajuan kredit,” jelasnya.
Strategi tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan generasi milenial dan Gen Z terhadap layanan yang serba cepat, praktis, dan berbasis digital. Dengan jutaan pencari properti aktif yang mengakses platform digital setiap bulan, Pinhome dipandang memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan pemasaran KPR BTN.
“Generasi muda merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri perumahan. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses informasi dan pembiayaan yang lebih mudah sehingga impian memiliki rumah dapat terwujud lebih cepat,” tambah Nixon.
Di sisi lain, CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata menyatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan akses pembiayaan perumahan yang lebih sederhana melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Dayu, aplikasi Pinhome telah dilengkapi berbagai fitur yang membantu masyarakat memahami pilihan pembiayaan sebelum mengajukan kredit ke perbankan.
“Melalui aplikasi Pinhome, kami berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan akses, memahami pilihan pembiayaan, dan menjalani proses pengajuan KPR maupun take over secara lebih mudah dan terarah,” ujar Dayu.
Ia menjelaskan, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Simulasi KPR, KPR Take Over, serta layanan Konsultasi KPR yang dirancang untuk memberikan gambaran biaya sekaligus pendampingan selama proses pengajuan kredit.
Dayu menambahkan, sebagian besar pengguna Pinhome berasal dari kelompok usia produktif yang tengah berupaya meningkatkan kualitas hidup, termasuk memiliki rumah pertama.
“Melalui kolaborasi dengan BTN, kami ingin membuka akses pembiayaan yang lebih luas dan mempermudah generasi muda untuk mewujudkan rumah impian mereka,” tutupnya.
Ke depan, kedua perusahaan berencana memperkuat kolaborasi dalam pengembangan mortgage ecosystem dan ekosistem properti digital. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas layanan KPR digital, meningkatkan akuisisi debitur, serta mendorong pertumbuhan sektor perumahan nasional secara berkelanjutan. (rmn)












