• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Melemah, Tembus Rp18.000 per Dolar

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 5 Juni 2026 - 14:25
in Ekonomi
Risa

Risa Santoso, B.A., M.Ed. Foto: Instagram

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Jujur, sebagai buat saya ini lebih soal kepercayaan investor dan pebisnis kepada pemerintah daripada sekadar soal nilai tukar.

Kalau kita lihat ekonomi di lapangan, apalagi di daerah, kegiatannya sebenarnya masih jalan. Berbagai program pemerintah menyalurkan uang ke masyarakat dan ikut medorong konsumsi.

BacaJuga:

Produksi Tembus 157 Ribu BOEPD, PHR Perkuat Fondasi Kemandirian Energi Nasional

Kantongi Izin NPPBKC, Produsen Rokok Asal Probolinggo Ini Siap Jalankan Industri secara Legal

PLN EPI, Puslitbang PLN dan ITERA Bangun Fondasi Ekosistem Bioenergi Nasional

Karena itu, ketika muncul wacana bahwa Menteri Keuangan perlu diganti, saya justru bertanya sebaliknya. Apakah masalah yang sedang kita hadapi benar-benar berasal dari pengelolaan fiskal?

Salah satu indikator investor, pebisnis, dan masyarakat yang utama adalah future expectations. Apakah Indonesia negara yang cukup stabil untuk investasi jangka panjang? Dan apakah Indonesia benar-benar siap menjalankan semua program besar yang sedang didorong?

Apakah masa depan Indonesia cukup terang? Saya rasa itu pula pertanyaan teman-teman yang sering pakai hashtag #kaburajadulu.

Menurut saya, masalah kita bukan kurang ide untuk memajukan indonesia. Yang kurang adalah kesiapan eksekusi untuk benar-benar menjalankannya.

Ambil contoh Koperasi Desa Merah Putih.

Niat awalnya bagus sekali: membantu masyarakat lepas dari jeratan pinjol dan judi online. Tetapi karena targetnya besar dan harus jalan serentak, muncul pertanyaan-pertanyaan penting. Siapa yang menjalankan? Apakah pengelolanya mampu menjalankan usaha?

Karena membangun gedungnya itu mudah. Yang sulit adalah membuat usahanya hidup dan bertahan lama.

Saya juga sempat melihat ada koperasi yang berdiri di lokasi yang kurang pas, jauh dari keramaian dan kegiatan ekonomi warga.

Kalau sebuah usaha dibangun di tempat yang salah, dijalankan oleh orang yang belum cukup siap, apakah bisa bertahan?

Ambisi mendorong untuk terjun langsung ke skala nasional tanpa memastikan kesiapan program dengan baik. Dan sejujurnya, menurut saya tidak semua program harus dijalankan sekaligus di seluruh Indonesia.

Kalau Makan Bergizi Gratis difokuskan ke daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dampaknya pasti jauh lebih terasa. Di sana masalah gizinya nyata, dan bantuan negara memang sangat dibutuhkan.

Tetapi begitu satu program langsung dijalankan untuk seluruh Indonesia, tantangannya berubah. Apakah supply chainnya siap? Dan apakah benar siswa di Jakarta atau kota-kota besar membutuhkannya?

Soal keuangan negara, Menteri Keuangan sudah berusaha menjaganya tetap sehat. Pengeluaran negara masih dalam batas aman, defisitnya di bawah 3%, dan utang di 40% dari PDB, normal untuk ukuran ekonomi kita.

Tetapi menjaga kepercayaan itu bukan tugas Kementerian Keuangan saja. Kepercayaan pasar dibangun dari keseluruhan: dari bagaimana program dijalankan, bagaimana kebijakan support satu dengan yang lain, dan bagaimana negara membuktikan bahwa ia benar-benar mampu menepati apa yang dijanjikan.

Itu tanggung jawab seluruh pemerintah, bukan satu kementerian.

Jadi pertanyaan selanjutnya: apakah PT DSI, Badan Ekspor Satu Pintu, bisa berjalan dengan efisien dan profesional?

Saya masih ingat salah satu kuliah saya di kelas Ekonomi UC Berekeley. Untuk sebuah negara memiliki sustained high per-capita income growth, negara tersebut memerlukan 4 pillar utama: institusi yang kokoh, penduduk yang sehat dan terdidik, serta infrastruktur yang memadai.

Kalau keempat hal ini kuat, kualitas manusianya meningkat dan ekonominya berkembang. Menariknya, dari keempat pilar itu, institusi sering disebut yang paling fundamental. Institusi yang kokoh berarti hak milik yang aman, hukum dan kontrak yang ditegakkan secara adil, serta kekuasaan yang dibatasi agar usaha berjalan secara fair.

Tanpa itu, orang akan enggan berbisnis, berinvestasi, ataupun berinovasi.

Pertanyaannya: apa Indonesia sudah investasi di tempat yang tepat?

Pertumbuhan 8% itu bukan hal yang mustahil. Tetapi tidak akan tercapai hanya dengan meluncurkan lebih banyak program. Ia tercapai dengan membangun kemampuan negara untuk menjalankan program-program itu dengan baik.

Ini hanya sedikit aspirasi saya. Semoga bisa menjadi masukan, terutama bagi teman-teman yang di pusat.

—Risa, 5 Juni 2026.

Tags: dollarnilai tukarrupiah

Berita Terkait.

Fasilitas-Produksi
Ekonomi

Produksi Tembus 157 Ribu BOEPD, PHR Perkuat Fondasi Kemandirian Energi Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:06
BC-Probolinggo
Ekonomi

Kantongi Izin NPPBKC, Produsen Rokok Asal Probolinggo Ini Siap Jalankan Industri secara Legal

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:35
Hokkop-S
Ekonomi

PLN EPI, Puslitbang PLN dan ITERA Bangun Fondasi Ekosistem Bioenergi Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:05
RIg
Ekonomi

Rig PDSI#05.2 Pertamina Drilling Catat Temuan Migas Menjanjikan dari Sumur TLJ-A38

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:44
Ekspor
Ekonomi

Ekspor Ketiga Tahun 2026, CV Yong Fisheries Kirim 4,6 Ton Kerapu Hidup ke Hongkong

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:24
RUPST
Ekonomi

MedcoEnergi Tebar Dividen USD87 Juta dan Perkuat Struktur Kepemimpinan

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:04

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2087 shares
    Share 835 Tweet 522
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1014 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1149 shares
    Share 460 Tweet 287
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    954 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3530 shares
    Share 1412 Tweet 883
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.