• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Melemah, Industri Lokal Diminta Tancap Gas Rebut Pasar Global

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 5 Juni 2026 - 21:33
in Ekonomi
Ilustrasi - Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, awal Januari 2025 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi - Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, awal Januari 2025 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dorongan untuk memperkuat industri dalam negeri kembali mengemuka. Kondisi ini dinilai bukan sekadar tantangan ekonomi, tetapi juga peluang untuk mempercepat transformasi sektor produksi nasional agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada pasokan luar negeri.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menilai salah satu langkah strategis yang perlu segera dilakukan adalah mempercepat program substitusi impor, terutama pada sektor manufaktur yang selama ini masih banyak menggunakan bahan baku dan komponen dari luar negeri.

BacaJuga:

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

“Percepatan substitusi produk impor terhadap industri manufaktur kita. Dengan percepatan ini maka komponen impor akan mengalami penurunan,” ujar Kamrussamad dikutip dari laman resmi DPR RI, Jumat (4/6/2026).

Menurutnya, tingginya ketergantungan terhadap impor membuat perekonomian nasional lebih rentan terhadap gejolak nilai tukar. Dengan meningkatkan penggunaan bahan baku dan komponen lokal, kebutuhan terhadap valuta asing dapat ditekan sehingga membantu menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Tak hanya itu, Kamrussamad juga melihat pelemahan rupiah sebagai peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar ekspor. Nilai tukar yang lebih rendah dapat membuat harga produk Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional dibandingkan produk dari negara lain.

“Karena biaya produksi kita dalam bentuk rupiah lebih rendah, peluang untuk masuk ke pasar global menjadi lebih besar. Ini harus dimanfaatkan terutama untuk sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan,” kata legislator Fraksi Partai Gerindra itu.

Ia menilai sektor-sektor berbasis sumber daya alam tersebut memiliki kapasitas besar untuk menjadi mesin penghasil devisa sekaligus membuka lapangan kerja. Namun, potensi itu belum tergarap optimal karena kinerja ekspor sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan justru mengalami penurunan pada awal 2026.

Karena itu, pemerintah didorong untuk memberikan perhatian lebih serius melalui berbagai kebijakan yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional.

Selain mengandalkan kebijakan pemerintah, Kamrussamad menegaskan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Salah satunya dengan mengutamakan konsumsi produk lokal dan mendukung aktivitas ekonomi di dalam negeri.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri terlebih dahulu, berwisata di dalam negeri, dan memperkuat ekosistem ekonomi lokal kita,” imbau Kamrussamad.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Ketika industri nasional semakin kuat, ekspor terus tumbuh, dan pasar domestik semakin solid, maka perekonomian Indonesia akan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap berbagai tekanan eksternal.

“Kalau industri dalam negeri kuat, ekspor meningkat, dan masyarakat mendukung produk lokal, maka ekonomi kita akan lebih tahan terhadap gejolak eksternal, termasuk tekanan terhadap rupiah,” tutupnya.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan Jumat (5/6/2025). Mata uang Garuda menguat 13 poin berada di level Rp18.036 dari penutupan sebelumnya di Rp18.049 per dolar AS. Penguatan ini memberikan sentimen positif di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih dibayangi berbagai ketidakpastian ekonomi. (her)

Tags: Industri Manufakturnilai tukar rupiahSubstitusi Impor

Berita Terkait.

mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1125 shares
    Share 450 Tweet 281
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2810 shares
    Share 1124 Tweet 703
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.