• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

“Kemesraan” Prabowo dengan Megawati dan Jokowi Turun Gunung, Pengamat: Pemain Utama Politik Mulai Menentukan Posisi

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 2 Juni 2026 - 21:04
in Nasional
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tampak akrab seusai Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tampak akrab seusai Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: BPMI Setpres

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dinamika politik nasional mulai menunjukkan arah baru. Di satu sisi, hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan PDI Perjuangan terlihat semakin hangat. Di sisi lain, Presiden ke-7 RI Joko Widodo mulai aktif melakukan manuver politik yang dinilai sebagai langkah menjaga pengaruh menjelang kontestasi 2029.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai kedekatan antara Prabowo dan PDI Perjuangan bukan sekadar peristiwa politik biasa. Menurutnya, fenomena tersebut mempertegas karakter kepemimpinan Prabowo yang selama ini dikenal berupaya merangkul seluruh kekuatan politik.

BacaJuga:

E-Voting Belum Mendesak, Leilsator Komisi II Dorong E-Counting untuk Percepat Penghitungan Suara

Mahasiswa dari 10 Negara Ikuti PIJAR 2026, UT Perkuat Kolaborasi Global

Polda Metro Patuhi Putusan PN Jaksel Soal Praperadilan Andrie Yunus

“Secara komunikasi politik, ini mengirimkan pesan bahwa Presiden tidak ingin ada kubu-kubuan, tidak ingin ada yang merasa ditinggal. Pak Prabowo memang konsisten dengan politik merangkul, dan itu terlihat jelas di momen Harlah Pancasila kemarin,” ujar Hensa -sapaan Hendri Satrio- melalui gawai, Selasa (2/6/2026).

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu melihat kedekatan tersebut semakin nyata setelah Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara terbuka menyebut berbagai persoalan yang saat ini dihadapi pemerintahan Prabowo merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya di bawah Joko Widodo.

Bagi Hensa, pernyataan tersebut memiliki makna politik yang lebih dalam. Ia menilai PDIP secara tidak langsung menunjukkan sikap mendukung pemerintahan Prabowo sekaligus menegaskan jarak politiknya dengan Jokowi.

“Ini pun menandakan bahwa PDI Perjuangan kini semakin ke sini mendekat, dan sudah terangkul oleh pak Prabowo, meski dalam posisi masing-masing mereka tak harus bermusuhan kan dan ini sekaligus jadi ajang buat PDI Perjuangan kalau mereka memang sudah tak bersama Jokowi,” kata Hensa.

Sementara itu, Jokowi juga mulai menunjukkan aktivitas politik yang lebih intens. Mantan presiden tersebut diketahui semakin dekat dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan berencana melakukan perjalanan keliling Indonesia dalam waktu mendatang.

Menurut Hensa, langkah tersebut tidak bisa dibaca hanya sebagai agenda silaturahmi atau nostalgia politik semata. Ada kepentingan strategis yang dinilai sedang dibangun untuk menjaga keberlangsungan pengaruh politik keluarga menjelang Pemilu 2029.

“Jokowi turun gunung itu perlu kita baca dengan cermat. Ini bukan sekadar nostalgia atau silaturahmi. Ini adalah pergerakan politik yang punya misi,” tutur Hensa.

“Dan ketika Jokowi bergerak bersamaan dengan hangatnya hubungan PDI Perjuangan dan Prabowo, maka kita bisa membaca satu hal dengan sangat jelas, ini pemanasan menuju 2029 sudah dimulai, dan ia dimulai lebih awal dari yang banyak orang perkirakan,” lanjutnya.

Dalam situasi tersebut, Hensa melihat Prabowo menghadapi tantangan politik yang tidak sederhana. Kedekatan dengan PDI Perjuangan membuka peluang memperluas basis legitimasi politik pemerintahan. Namun pada saat yang sama, hubungan dengan Jokowi dan jaringan politik yang telah terbentuk selama beberapa tahun terakhir juga tetap harus dijaga.

Menurutnya, kemampuan Prabowo menjaga komunikasi dengan berbagai kekuatan politik selama ini menjadi modal penting menghadapi situasi tersebut.

“Prabowo itu politisi yang tahu betul cara menjaga hubungan di banyak arah sekaligus. Tapi sekarang, dua arah itu mulai bergerak ke tujuan yang berbeda. PDI Perjuangan makin mesra, Jokowi makin aktif. Dan Prabowo ada di tengah. Apakah ini masalah? Belum tentu. Tapi apakah ini ujian? Sudah pasti. Yang menarik justru bukan siapa yang dipilih Prabowo, melainkan seberapa lama ia bisa menjaga keseimbangan itu,” terang Hensa.

Hensa menambahkan, cara Prabowo mengelola hubungan dengan dua poros politik tersebut akan sangat berpengaruh terhadap konfigurasi politik nasional menjelang Pemilu 2029. Sikap yang diambil, termasuk kemungkinan memilih tetap berada di tengah, akan menentukan arah koalisi dan tingkat tensi politik dalam beberapa tahun ke depan.

“Ya kita lihat nanti saja perkembangannya. Yang jelas, apa yang sedang terjadi sekarang ini bisa jadi pembuka dari fase paling panas perpolitikan kita menuju 2029. Dan para pemain utamanya sudah mulai mengambil posisi masing-masing, sadar atau tidak,” tambahnya. (her)

Tags: GerindraHari Lahir PancasilaHendri SatrioJokowiMegawati Soekarno PutriPDIPPresiden Prabowo SubiantoPSI

Berita Terkait.

Pasca-Kebakaran Kemayoran: 679 Orang Mengungsi, Anak dan Bumil Diutamakan
Nasional

E-Voting Belum Mendesak, Leilsator Komisi II Dorong E-Counting untuk Percepat Penghitungan Suara

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:04
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Mahasiswa dari 10 Negara Ikuti PIJAR 2026, UT Perkuat Kolaborasi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:31
“Kemesraan” Prabowo dengan Megawati dan Jokowi Turun Gunung, Pengamat: Pemain Utama Politik Mulai Menentukan Posisi
Nasional

Polda Metro Patuhi Putusan PN Jaksel Soal Praperadilan Andrie Yunus

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:31
Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual
Nasional

Bawaslu Ingin Penguatan Tata Kelola Digital Pemilu 2027, Komisi II: Tangkal Disinformasi

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:32
Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual
Nasional

Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:32
pulang haji
Nasional

Tak Perlu Antre Berjam-jam, Begini Alur Baru Pemulangan Jemaah Haji 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:15

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3514 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    943 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.