• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Segmen B2C dan Infrastruktur Jadi Penopang Kinerja Telkom pada Kuartal I 2026

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 29 Mei 2026 - 22:36
in Ekonomi
Ilustrasi - Gedung kantor pusat PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta. Telkom terus menggenjot transformasi bisnis melalui penguatan layanan digital, ekspansi infrastruktur, dan optimalisasi aset untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang. Foto: Dok. Telkom

Ilustrasi - Gedung kantor pusat PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta. Telkom terus menggenjot transformasi bisnis melalui penguatan layanan digital, ekspansi infrastruktur, dan optimalisasi aset untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang. Foto: Dok. Telkom

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2026 dengan mencatat pertumbuhan yang progresif pada sebagian segmen bisnis. Di tengah kondisi ketidakpastian makroekonomi, capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.

Mengawali tiga bulan pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5% YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp18,0 triliun dengan EBITDA margin pada 48,3%. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih pada 11,7%. Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8%. Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi.

BacaJuga:

Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026

Mendorong Lompatan Bank Syariah: Dari Payroll Pemerintah, Pembiayaan Emas, hingga Mimpi Rumah Gen Z

Efisiensi dan Produksi Jadi Mesin Pertumbuhan, Profitabilitas PGE Kian Menguat

Namun demikian, tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh implementasi program efisiensi TOTEX serta disiplin penagihan yang semakin baik.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan bahwa tahun ini Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara,” ujar Dian dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2026).

Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Perbaikan Pasar B2C

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3% YoY, didorong oleh pendapatan bisnis digital. Payload data juga meningkat 2,3% YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.

Strategi dalam menerapkan disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik berhasil mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp45.100 atau naik 6,4% YoY. Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional. Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle yang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik,” jelas Dian.

Momentum Transformasi Pacu Pertumbuhan di Segmen B2B Infrastructure

Segmen B2B Infrastructure menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).

Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi oleh Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4% YoY, dengan Tower Leasing dan Tower-Related Business tetap menjadi kontributor utama penopang stabilitas pendapatan. Berkat efektivitas pengelolaan biaya serta fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin tetap stabil di 82,7%.

Sebagai upaya untuk terus menjadi pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga memperkuat strategi portofolio pada aset fiber optic. Sepanjang periode kuartal pertama, Mitratel melakukan ekspansi sepanjang 1.080 km fiber optic yang menjadikan total kepemilikan mencapai 58.279 km. Strategi ekspansi berkelanjutan tersebut berhasil mendorong pertumbuhan bisnis FTTT yang cukup baik sekaligus memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai Next-Gen Tower Company yang terintegrasi.

Pada bisnis data center, pendapatan diperoleh dari fasilitas data center dan colocation data center yang dimiliki oleh NeutraDC Group, serta fasilitas edge data center NeuCentrIX yang saat ini masih berada di bawah kendali operasional Telkom. Data center menjadi salah satu platform digital dengan permintaan yang terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas pelaku industri digital.

Melihat potensi tersebut, inisiatif konsolidasi akan menjadi langkah strategis untuk menjadikan NeutraDC pengelola keseluruhan aset data center secara lebih fokus. Pendekatan ini akan mampu membuka peluang perluasan layanan, monetisasi aset, serta pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi dengan mitra strategis.

Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp2,8 triliun, dengan pertumbuhan layanan interkoneksi 18,9% QoQ berkat meningkatnya aktivitas international wholesale voice business.

Selanjutnya, pada segmen B2B ICT, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun. Di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung pada segmen ini, aktivitas bisnis cenderung melandai seiring pendekatan yang lebih disiplin dan selektif dalam penjajakan kerja sama baru. Meskipun berdampak pada perlambatan jangka pendek, langkah restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mendorong margin yang lebih sehat, menghilangkan tumpang tindih penawaran produk, serta memperkuat posisi kompetitif di pasar dalam jangka panjang.

Eksekusi Transformasi Berjalan Sesuai Rencana dan Prioritas Strategis

Pencapaian positif segmen B2C dan B2B Infrastructure Telkom pada periode ini tidak lepas dari keberhasilan transformasi dan percepatan eksekusi strategi TLKM 30. Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan. Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti B2C, B2B Infrastructure, dan International, serta sisanya untuk pengembangan platform digital secara disiplin. Efisiensi operasional terus diciptakan melalui inisiatif streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo, termasuk divestasi, merger, maupun likuidasi entitas non-core.

Salah satu progress streamlining yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis dengan proses divestasi yang ditargetkan selesai pada akhir semester pertama 2026. Divestasi ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group serta menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik untuk masyarakat Indonesia maupun kawasan Regional.

Di sisi unlock value, Telkom juga berada dalam fase persiapan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini. Proses ini turut mempertimbangkan evaluasi terhadap prioritas inisiatif guna memastikan implementasi yang lebih optimal. Secara keseluruhan proses pemisahan berjalan sesuai rencana dan menjadi bagian dari strategi Telkom dalam mendorong pengelolaan aset fiber yang lebih tangkas dan efisien serta membuka peluang bisnis lebih luas ke depan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal. Dengan penguatan di segmen B2B, khususnya InfraNexia yang diproyeksikan sebagai motor pertumbuhan baru, TelkomGroup dapat membuka peluang peningkatan pendapatan eksternal sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

Saat ini kontribusi bisnis fiber masih berada di kisaran 15% dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur, penyelesaian transfer aset, dan operasional yang berjalan penuh. Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International guna menangkap potensi kebutuhan industri yang terus berkembang di tengah pesatnya adopsi teknologi berbasis AI. Ke depan, langkah ini diharapkan dapat menciptakan komposisi pendapatan segmen B2C dan B2B TelkomGroup yang lebih seimbang.

“Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas,” tutup Dian. (srv)

Tags: infrastrukturkinerja perusahaanSegmen B2Ctelkom

Berita Terkait.

Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026
Ekonomi

Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:01
Mendorong Lompatan Bank Syariah: Dari Payroll Pemerintah, Pembiayaan Emas, hingga Mimpi Rumah Gen Z
Ekonomi

Mendorong Lompatan Bank Syariah: Dari Payroll Pemerintah, Pembiayaan Emas, hingga Mimpi Rumah Gen Z

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32
PLTP Lumut Balai Unit 1
Ekonomi

Efisiensi dan Produksi Jadi Mesin Pertumbuhan, Profitabilitas PGE Kian Menguat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:05
Raksasa Migas Dunia Kembali Bidik Indonesia, SKK Migas Minta Fiskal Lebih Kompetitif
Ekonomi

Raksasa Migas Dunia Kembali Bidik Indonesia, SKK Migas Minta Fiskal Lebih Kompetitif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43
Perumahan Subsidi
Ekonomi

Bukan Tak Ingin Punya Rumah, Gen Z Lebih Mudah Akses Cicil Emas Ketimbang KPR

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:30
Daihatsu Kumpul Sahabat Digelar di Denpasar, Perkuat Kebersamaan dengan Warga Bali
Ekonomi

Mitsubishi Hadir di GIIAS Makassar 2026, Perkenalkan Ragam Pilihan Kendaraan untuk Kebutuhan Konsumen

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5150 shares
    Share 2060 Tweet 1288
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1263 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • APK Kuliah Baru 35 Persen, Alumni Perguruan Tinggi Diminta Ikut Perluas Akses Pendidikan

    915 shares
    Share 366 Tweet 229
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.