• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Investasi Syariah Masih Kurang Dilirik, Pengamat Soroti Mindset Masyarakat

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 28 Mei 2026 - 11:01
in Ekonomi
Ilustrasi - Pengamat berharap hadirnya POJK Nomor 4 Tahun 2026 dapat memperjelas tata kelola serta transparansi produk investasi syariah/istimewa

Ilustrasi - Pengamat berharap hadirnya POJK Nomor 4 Tahun 2026 dapat memperjelas tata kelola serta transparansi produk investasi syariah/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pertumbuhan industri perbankan syariah nasional belum sepenuhnya diikuti perkembangan produk investasi berbasis syariah. Implementasi instrumen seperti Shariah Restricted Investment Account (SRIA) dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) masih relatif terbatas meski regulator terus mendorong pengembangannya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi CWLD pada sembilan bank umum syariah, tiga unit usaha syariah, dan sembilan Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah baru mencapai Rp22,76 miliar, sedangkan implementasi SRIA sebesar Rp1,35 triliun.

BacaJuga:

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Nilai tersebut masih kecil dibanding total aset industri perbankan syariah nasional yang telah mencapai Rp1.061 triliun per Maret 2026. Pelaku industri menilai kondisi itu wajar karena produk investasi syariah masih tergolong baru dan belum sepenuhnya ditopang ekosistem yang kuat, mulai dari regulasi, pasar, hingga pemahaman masyarakat.

Padahal, SRIA dinilai berpotensi memperkuat pembiayaan bank syariah, khususnya bagi bank dengan modal terbatas namun aktif menggarap pembiayaan korporasi. Melalui skema itu, bank bisa memperoleh sumber pendanaan di luar deposito konvensional, sementara nasabah berpeluang mendapatkan imbal hasil lebih menarik lewat sistem bagi hasil. Namun, kondisi likuiditas membuat bank syariah masih lebih fokus menghimpun dana murah dibanding agresif memasarkan produk investasi baru.

Selain regulasi yang masih baru, industri juga menilai belum adanya insentif fiskal menjadi hambatan pengembangan investasi syariah. Tantangan lain datang dari persepsi masyarakat yang masih memandang bank sebagai tempat menyimpan uang, bukan sarana investasi. Karena itu, edukasi dan transparansi dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa produk investasi syariah memiliki karakter dan risiko berbeda dibanding simpanan biasa.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia masih memandang bank hanya sebagai tempat menyimpan uang, bukan sebagai sarana investasi.

“Orang lebih memahami kalau bank itu tempat simpanan, sehingga perkembangan produk investasi belum begitu masif,” kata Emir melalui gawai, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, karakter investasi syariah sejatinya berbeda dengan produk simpanan biasa. Dalam investasi, nasabah turut menanggung risiko sesuai prinsip berbagi hasil, berbeda dengan dana simpanan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan.

Karena itu, lanjut Emir, edukasi dinilai menjadi faktor paling penting dalam memperluas pasar investasi syariah nasional.

“Penting adanya transparansi dan juga edukasi kepada publik bahwa produk investasi itu berbeda dengan simpanan,” jelas pengamat ekonomi syariah tersebut.

Ia berharap hadirnya Peraturan OJK (POJK) Nomor 4 Tahun 2026 dapat memperjelas tata kelola serta transparansi produk investasi syariah sehingga masyarakat semakin memahami manfaat maupun risikonya.

“Dengan regulasi yang semakin jelas dan dukungan insentif yang memadai, industri optimistis produk investasi syariah seperti SRIA dan CWLD dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perbankan syariah nasional dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya. (her)

Tags: Investasi SyariahKNEKSSutan Emir Hidayat

Berita Terkait.

mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1202 shares
    Share 481 Tweet 301
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2819 shares
    Share 1128 Tweet 705
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.