INDOPOSCO.ID – PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 kembali mencatatkan capaian strategis dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, perusahaan berhasil membuka potensi cadangan migas baru di wilayah Utara-Timur Laut Mangunjaya.
Sumur MJ-169 yang berada di wilayah kerja Pertamina EP Zona 4 Ramba Field tersebut menjadi titik penting pembukaan new pool compartment baru yang selama ini terisolasi secara geologis dari area produksi eksisting.
New pool compartment sendiri merupakan blok akumulasi hidrokarbon baru yang terpisah dari blok produksi utama akibat adanya perangkap geologi berupa fault sealing atau patahan penyekat. Pada kasus ini, kompartemen baru tersebut terpisah dari Blok Central Mangunjaya yang selama ini telah berproduksi.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan keberhasilan pemboran Sumur MJ-169 membuka peluang pengembangan baru yang cukup besar di wilayah Utara-Timur Laut Mangunjaya.
“Keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 berpotensi membuka pengembangan baru di kompartemen Utara-Timur Laut Mangunjaya. Ke depan, perusahaan akan terus melakukan pengembangan secara terukur dan berkelanjutan untuk memaksimalkan volume produksi,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Selasa (26/5/2026).
Pengembangan sumur tersebut didukung pemanfaatan data 3D Seismik MANJA yang diakuisisi pada 2024. Sumur MJ-169 ditargetkan menyasar reservoir batupasir PLB-G dengan konsep stratigrafi play.
Hasilnya cukup menjanjikan. Berdasarkan initial flow test pada 19 Mei 2026, sumur yang mulai dibor sejak 3 Mei 2026 itu menunjukkan potensi produksi mencapai 1.857 barel minyak per hari (BOPD).
Produksi tersebut diproyeksikan langsung menopang target produksi Pertamina EP Ramba Field tahun 2026 yang dipatok sebesar 4.453 BOPD.
PEP Zona 4 menyatakan keberhasilan ini akan ditindaklanjuti dengan pengembangan lanjutan di kompartemen Utara-Timur Laut guna mengoptimalkan potensi migas sekaligus mendukung target produksi nasional.
Apresiasi juga datang dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Bambang Dwi Djanuarto, menilai capaian tersebut menjadi langkah penting bagi peningkatan produksi migas di wilayah Sumatera bagian Selatan.
“Blok Utara-Timur Laut Mangunjaya ini merupakan new pool compartment yang dipisahkan dengan fault sealing dengan area compartment MJ existing,” ungkapnya.
Bambang menambahkan reservoir lapisan PLB-G pada Sumur MJ-169 masih berada dalam kondisi pressure virgin dengan ekivalen SG sebesar 0,985. Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan baru yang potensial di kompartemen Utara-Timur Laut.
Keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Sebelum proses pemboran dilakukan, tim Relations PEP Zona 4 telah menggelar sosialisasi pada 16 April 2026 di Mangunjaya yang dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat setempat.
Melalui keberhasilan ini, PEP Zona 4 menegaskan komitmennya untuk terus melakukan eksplorasi dan pengembangan migas secara berkelanjutan demi memperkuat ketahanan energi Indonesia. (rmn)










