INDOPOSCO.ID – Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan energi nasional, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membuka babak baru kolaborasi investasi sektor hulu migas. Pada ajang The 50th IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026), PHE resmi menawarkan 22 struktur prospektif kepada mitra strategis melalui skema Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT).
Langkah ini menjadi sinyal agresif PHE dalam mempercepat pengembangan potensi migas nasional sekaligus menciptakan ruang investasi yang lebih fleksibel di tengah tantangan industri energi global.
Puluhan struktur tersebut ditawarkan dalam Penawaran KSOT Reguler yang dibagi ke dalam dua batch. Sebaran wilayahnya mencakup hampir seluruh regional operasi Subholding Upstream Pertamina. Sebanyak delapan struktur berada di Regional 1 Sumatera, empat struktur di Regional 2 Jawa, tujuh struktur di Regional 3 Kalimantan, dan tiga struktur lainnya tersebar di Regional 4 Jawa Timur dan Indonesia Timur.
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar penawaran proyek, melainkan strategi untuk memperluas sinergi pengembangan migas nasional.
“Melalui skema KSOT ini, kami berharap dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih fleksibel dan menarik bagi para mitra strategis untuk bersama-sama mengembangkan potensi sumber daya migas Indonesia. Kami optimistis langkah ini dapat menjadi katalis positif dalam mendorong eksplorasi dan investasi hulu migas ke depan,” ujar Hermansyah.
Skema KSOT sendiri dipandang sebagai alternatif kerja sama yang lebih adaptif untuk mempercepat studi maupun pengembangan struktur prospektif yang membutuhkan dukungan teknologi dan investasi bersama.
PHE meyakini model kolaborasi semacam ini mampu meningkatkan daya tarik sektor hulu migas Indonesia di mata investor, terutama untuk proyek-proyek yang memerlukan percepatan eksplorasi dan efisiensi pengembangan lapangan.
“Ke depan, PHE berharap pengumuman ini dapat menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi dan membuka peluang baru yang mampu mendukung ketahanan energi nasional serta target peningkatan produksi migas Indonesia,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada ekspansi bisnis, PHE juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas operasional hulu migas. Perusahaan juga menegakkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016 sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan yang bersih dan transparan. (her)










