INDOPOSCO.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental warga. Hal itu menyusul meningkatnya tekanan ekonomi dan maraknya tindak kejahatan di ibu kota.
“Kami ingin agar ke depannya, di tengah-tengah tekanan ekonomi, sosial, dan kebudayaan, terutama yang dialami oleh anak-anak Gen Z, Pemprov DKI turut mengurusi kesehatan mental warganya,” kata August saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, isu kesehatan mental itu tidak hanya serius, tetapi juga merupakan masalah aktual yang dihadapi oleh warga Jakarta sehari-hari.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025 mengungkapkan bahwa prevalensi depresi warga Jakarta yang berusia di atas 15 tahun lebih tinggi 1,5 persen daripada angka nasional.
“Terkadang tanpa kita melihat data-data statistiknya saja, kita bisa mengetahui bahwa ada permasalahan di sekitar kita,” tutur August.
Terlebih lagi, warga Jakarta belakangan ini dihantam berbagai isu negatif, mulai kondisi perekonomian yang belum membaik hingga maraknya kriminalitas seperti pembegalan dan tawuran. Rentetan persoalan tersebut dinilai berpotensi kuat mengganggu kesehatan mental masyarakat.
“Jadi, Pemprov DKI Jakarta perlu memberikan perhatian terhadap permasalahan-permasalahan ini. Bukan hanya secara gestur simbolis saja, tetapi juga melalui kebijakan-kebijakan yang nyata,” ujar August.
Alokasi dana untuk layanan hotline konsultasi klinis dengan psikolog melalui JakCare mengalami penurunan. Jika pada APBD 2025 lalu dianggarkan sebesar Rp2,6 miliar, dalam APBD 2026 ini jumlahnya menyusut menjadi Rp2,4 miliar.
“Layanan kesehatan mental perlu diperbaiki. SDM yang menjadi petugas-petugas pelayannya juga ditingkatkan. Dan anggarannya mesti disediakan untuk melakukan itu semua,” imbuh August.(dan)










