• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PLN EPI Dorong Solusi Iklim dari Pesisir, Blue Carbon Jadi Senjata Baru Dekarbonisasi

Nasuha Editor Nasuha
Minggu, 24 Mei 2026 - 23:57
in Ekonomi
Mangrove bukan sekadar penghijauan pesisir. Bersama Carbon Ethics, PLN EPI menghadirkan aksi nyata di Tanjung Pakis, Karawang melalui penanaman mangrove yang melibatkan masyarakat lokal, membuka peluang UMKM, pelatihan, hingga penguatan ekonomi berbasis ekowisata. Foto: Dokumen PLN EPI

Mangrove bukan sekadar penghijauan pesisir. Bersama Carbon Ethics, PLN EPI menghadirkan aksi nyata di Tanjung Pakis, Karawang melalui penanaman mangrove yang melibatkan masyarakat lokal, membuka peluang UMKM, pelatihan, hingga penguatan ekonomi berbasis ekowisata. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perubahan iklim kini tak lagi sekadar isu lingkungan. Ancaman abrasi, naiknya permukaan laut, hingga cuaca ekstrem mulai dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir Indonesia. Di tengah tantangan tersebut, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memilih mengambil langkah yang tak biasa: menjadikan ekosistem pesisir sebagai bagian penting dari strategi masa depan energi berkelanjutan.

Komitmen itu ditegaskan melalui penyelenggaraan HSSE Talk #4 bertajuk “Nature-Based Solutions for Decarbonization: Unlocking the Power of Blue Carbon Ecosystems” yang digelar secara daring pada Jumat (22/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026. Kegiatan tersebut diikuti jajaran manajemen dan insan PLN EPI Group sebagai upaya memperkuat budaya keberlanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan ekosistem pesisir.

BacaJuga:

Bea Cukai Morowali Layani Impor dalam Rangka Pembangunan Industri Hilirisasi Kelapa Senilai Rp158 Miliar

Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi

Dorong Elektrifikasi Sektor Industri, Polytron Suplai 325 Motor Listrik ke Rentokil

Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI, Muhammad Aminuddin, menegaskan bahwa perusahaan energi saat ini tidak hanya dituntut menjaga pasokan energi nasional, tetapi juga harus mampu memastikan operasional bisnis tetap selaras dengan keberlanjutan lingkungan.

“PLN EPI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun di saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang menjadi rumah bagi mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon,” ujar Aminuddin.

Ia menjelaskan, mangrove dan padang lamun memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap emisi karbon, bahkan hingga sepuluh kali lebih efektif dibandingkan hutan daratan. Potensi inilah yang membuat blue carbon dinilai sebagai salah satu solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions/NBS) paling strategis untuk mendukung target penurunan emisi nasional dan pencapaian Net Zero Emission Indonesia pada 2060.

Tak hanya itu, PLN EPI juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi ekosistem pesisir Indonesia yang terus mengalami tekanan. Berdasarkan data CarbonEthics, Indonesia memiliki sekitar 3,4 juta hektare kawasan mangrove dengan kapasitas penyimpanan mencapai 3,1 miliar ton CO2. Namun ironisnya, sekitar 40 persen kawasan tersebut mengalami degradasi dalam tiga dekade terakhir.

Menurut Aminuddin, kondisi tersebut menjadi alarm penting bagi dunia usaha, khususnya sektor energi, agar mulai menerapkan pendekatan bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.

“PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor integrasi nature-positive strategy dalam operasional energi. Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah,” tambah Aminuddin.

Dalam forum tersebut, PLN EPI menghadirkan Senior Business Development Manager CarbonEthics, Farhan Prastiyan, sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa solusi berbasis alam bukan hanya efektif untuk mitigasi perubahan iklim, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Rehabilitasi mangrove, konservasi lahan gambut, hingga pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan dinilai dapat meningkatkan daya serap karbon sekaligus mendorong lahirnya ekonomi baru berbasis blue economy.

“Selain aspek lingkungan, pendekatan Nature-Based Solutions juga dinilai mampu memberikan dampak sosial yang signifikan,” tutur Farhan.

Salah satu implementasi nyata dilakukan melalui proyek rehabilitasi mangrove di Tanjung Pakis, Karawang. Dalam program tersebut, PLN EPI bersama CarbonEthics melibatkan komunitas lokal dalam penanaman mangrove serta pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga pada peningkatan kapasitas ekonomi warga melalui pelatihan, pengembangan UMKM, hingga penguatan sektor ekowisata.

Melalui HSSE Talk #4, PLN EPI berharap kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati semakin meningkat, sekaligus mendorong aksi nyata menghadapi perubahan iklim dari lingkungan terdekat.

Langkah tersebut sejalan dengan tema Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, “Acting Locally for Global Impact”, yang menekankan bahwa perubahan besar bagi bumi dapat dimulai dari aksi-aksi lokal yang konsisten.

Sebab menjaga pesisir hari ini bukan hanya tentang menyelamatkan alam, tetapi juga menjaga masa depan energi dan kehidupan generasi mendatang. (her)

Tags: BlueCarbonDekarbonisasiEPIiklimPLN

Berita Terkait.

Bea Cukai Morowali Layani Impor dalam Rangka Pembangunan Industri Hilirisasi Kelapa Senilai Rp158 Miliar
Ekonomi

Bea Cukai Morowali Layani Impor dalam Rangka Pembangunan Industri Hilirisasi Kelapa Senilai Rp158 Miliar

Senin, 21 September 2026 - 14:38
Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi
Ekonomi

Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi

Senin, 21 September 2026 - 12:08
Kapolri Bangga Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Konferensi Polwan Dunia
Ekonomi

Dorong Elektrifikasi Sektor Industri, Polytron Suplai 325 Motor Listrik ke Rentokil

Minggu, 20 September 2026 - 15:35
pertamina
Ekonomi

Pertamina Kembali Puncaki Fortune Indonesia 100, Pendapatan Tembus Rp1.189 Triliun

Minggu, 20 September 2026 - 13:13
⁠El Nino dan Lahan Salin Tak Halangi Produktifitas Padi Biosalin, BRIN-PGN-Pemkab Batang Kolab Panen 166,5 Ton Padi
Ekonomi

⁠El Nino dan Lahan Salin Tak Halangi Produktifitas Padi Biosalin, BRIN-PGN-Pemkab Batang Kolab Panen 166,5 Ton Padi

Sabtu, 19 September 2026 - 14:05
NHM Berbagi Praktik Tambang Bawah Tanah dalam Temu Akademisi Nasional Forkopindo
Ekonomi

Berkat Laporan BNI, Oknum Colection Agen Nakal Satu per Satu Diringkus di Jember

Jumat, 18 September 2026 - 13:35

OLAHRAGA

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 September 2026 - 20:05

PRIHATIN, kecewa, jengkel campur aduk rasanya, ketika menyaksikan pertandingan di level pembinaan MSI YOUTH DEVELOPMENT 2026 (KU 10–18) yang mempertontonkan...

SelengkapnyaDetails
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5537 shares
    Share 2215 Tweet 1384
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    964 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.