• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PHE, ExxonMobil dan SK Group Dorong Ekosistem CCS Asia Pasifik lewat Kolaborasi Strategis

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 24 Mei 2026 - 03:30
in Ekonomi
phe

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA) untuk menjajaki pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) lintas batas antara Indonesia dan Korea Selatan. Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam rangkaian ajang The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (20/5/2026). Foto: Dokumen PHE

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA) untuk menjajaki pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) lintas batas antara Indonesia dan Korea Selatan.

Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam rangkaian ajang The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (20/5/2026).

BacaJuga:

PLN EPI Beri Kepastian Pasar Biomassa, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Hijau

Harga Daging Sapi Sedikit di Atas HAP, Bapanas Siapkan Langkah Stabilisasi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama regional pengembangan ekosistem CCS di Asia Pasifik sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penyimpanan karbon regional.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya dilakukan di Korea Selatan pada 1 April 2026 dalam agenda Indonesia-Korea Business Forum.

Penandatanganan JSA dilakukan oleh Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, President ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, Egon E. Van Der Hoeven, Vice President SK Innovation, Jongmun Lee, serta Vice President SK Earthon, Dooyun Park.

Melalui studi bersama tersebut, para pihak akan melakukan studi pendahuluan dan studi kelayakan terkait pengembangan proyek cross-border CCS, termasuk rencana pengiriman karbon dioksida (CO₂) dari Korea Selatan menuju CCS Hub Asri Basin di Indonesia untuk disimpan secara aman.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pertukaran informasi, teknologi, dan pengetahuan terkait rantai nilai CCS guna mempercepat kesiapan pengembangan bisnis CCS regional di kedua negara.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat pengembangan industri penyimpanan karbon di Indonesia.

“Melalui kolaborasi strategis ini, PHE bersama mitra global berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem CCS yang terintegrasi di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya dekarbonisasi, tetapi juga membuka peluang investasi baru dan transfer teknologi,” ujar Hermansyah.

Menurutnya, kerja sama lintas negara tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pengembangan kerangka kerja CCS regional, mulai dari regulasi, standar teknis, hingga ekosistem industri pendukung CCS di kawasan Asia Pasifik.

PHE memperkirakan proyek CCS lintas batas ini berpotensi menarik investasi kumulatif hingga USD 600 juta ke Indonesia apabila proyek berhasil direalisasikan.

Tak hanya itu, proyek tersebut juga diproyeksikan mampu menciptakan hingga 2.000 lapangan kerja selama fase konstruksi untuk setiap kapasitas penyimpanan karbon sebesar satu juta ton CO₂ per tahun (MTPA).

Pengembangan CCS menjadi bagian penting dari strategi bisnis rendah karbon PHE dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai bisnis transisi energi global.

Dengan dukungan mitra internasional dan potensi kapasitas penyimpanan karbon yang besar, Indonesia dinilai memiliki peluang menjadi pusat layanan penyimpanan karbon regional di masa depan. (srv)

Tags: CCSExxonMobilindustri hulu migasIPA ConvexPertaminaPHESK Earthon

Berita Terkait.

Limbah-Serbuk
Ekonomi

PLN EPI Beri Kepastian Pasar Biomassa, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Hijau

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:05
Daging
Ekonomi

Harga Daging Sapi Sedikit di Atas HAP, Bapanas Siapkan Langkah Stabilisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:42
mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3195 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1278 shares
    Share 511 Tweet 320
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2828 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.