• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BTN Ungkap 6 Juta Rumah untuk Desil 3, Skema KPR 40 Tahun Sedang Dikaji

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 24 Mei 2026 - 11:23
in Ekonomi
Nixon-LP-Napitupulu

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu memberikan paparan dalam acara Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Foto: Dok. BTN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bank milik negara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengungkap capaian penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang telah menyentuh jutaan masyarakat berpenghasilan rendah. Fokus utama pembiayaan tersebut diarahkan kepada kelompok desil 3, yakni masyarakat yang berada pada kelompok hampir miskin secara nasional.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, total rumah yang dibiayai BTN untuk kelompok tersebut sudah mencapai 6 juta unit sejak program berjalan.

BacaJuga:

Transisi Energi dan Kemandirian Nasional Jadi Fokus Baru Kolaborasi Pertamina-ERIA

Tata Kelola SDA Diperketat, DSI Disebut Bisa Pangkas Kebocoran Penerimaan Negara

Kolaborasi Strategis Lotus Gold dan Galeri 24 Perkuat Ekosistem Emas Nasional

“Kalau desil 3 KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,” kata Nixon dalam acara Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Nixon, strategi BTN dalam memperluas akses kepemilikan rumah dilakukan melalui dua jalur utama. Pertama lewat KPR subsidi yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, dan kedua melalui dukungan pemerintah berupa Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk kelompok masyarakat paling rentan.

“KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsisdi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” jelasnya.

Ia menerangkan, masyarakat pada desil 1 dan 2 masih menghadapi tantangan besar untuk mengakses pembiayaan dari sektor perbankan. Karena itu pemerintah menghadirkan BSPS sebagai solusi pembangunan rumah berbasis swadaya masyarakat.

“Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan simulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga,” tutur Nixon.

Tidak hanya itu, pemerintah bersama sektor perbankan juga tengah membahas opsi tenor KPR hingga 40 tahun. Skema tersebut diharapkan mampu menekan cicilan bulanan sehingga akses rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin terbuka.

“Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR,” ucap Nixon.

Di sisi lain, BTN juga mulai mengandalkan transformasi digital untuk memperluas inklusi keuangan. Nixon menilai penggunaan telepon seluler kini jauh lebih masif dibanding kepemilikan rekening perbankan, sehingga layanan digital menjadi pintu masuk baru bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan bank.

“Kita buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usaia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile ga sampai 3 tahun sudah 5 juta mobile banking acc. Menurut saya jumlah KPR ditakeover user mobile,” jelas Nixon.

Ia menambahkan, kemudahan membuka layanan perbankan melalui aplikasi membuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan menjadi semakin cepat tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

“Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah. Itu cara kami akses unbanked,” tutupnya.(her)

Tags: KPRNixon LP NapitupuluPT Bank Tabungan Negara

Berita Terkait.

NK
Ekonomi

Transisi Energi dan Kemandirian Nasional Jadi Fokus Baru Kolaborasi Pertamina-ERIA

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:03
Pemandangan
Ekonomi

Tata Kelola SDA Diperketat, DSI Disebut Bisa Pangkas Kebocoran Penerimaan Negara

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:02
Emas
Ekonomi

Kolaborasi Strategis Lotus Gold dan Galeri 24 Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:07
driling
Ekonomi

Pertamina Drilling Tawarkan Solusi End-to-End untuk Tingkatkan Efisiensi Pengeboran Migas

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:06
phe
Ekonomi

PHE, ExxonMobil dan SK Group Dorong Ekosistem CCS Asia Pasifik lewat Kolaborasi Strategis

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:30
bowoo
Ekonomi

DPR Ingatkan Kebijakan DHE Jangan Pinggirkan Sektor Swasta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Berawan

    Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1294 shares
    Share 518 Tweet 324
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2829 shares
    Share 1132 Tweet 707
  • Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    1159 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1148 shares
    Share 459 Tweet 287
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.