INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan ExxonMobil melalui ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited (EMLCSIL) memperkuat kerja sama strategis pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Hub Asri Basin yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat penyimpanan karbon terbesar di kawasan Asia Pasifik.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Amended & Restated Heads of Agreement (HoA) dalam rangkaian ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (21/5/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, bersama President EMLCSIL, Egon E. Van Der Hoeven.
Kesepakatan ini menjadi langkah lanjutan kedua perusahaan dalam mengembangkan solusi penyimpanan karbon berskala besar untuk mendukung dekarbonisasi industri di Indonesia maupun kawasan regional.
Melalui amandemen kerja sama tersebut, PHE dan ExxonMobil akan melaksanakan studi teknis lanjutan, pengembangan model bisnis, hingga penjajakan potensi pasar untuk mempercepat implementasi dan komersialisasi proyek CCS Hub Asri Basin.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi transisi energi dan pengembangan bisnis rendah karbon PHE dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060 serta target penurunan emisi gas rumah kaca nasional sebesar 29 persen pada 2030.
CCS Hub Asri Basin dikembangkan sebagai proyek strategis pengelolaan karbon skala besar yang menyasar sektor-sektor industri dengan emisi tinggi atau hard-to-abate sectors.
Dengan lokasi strategis yang dekat dengan pusat industri utama Indonesia, kawasan Asri Basin dinilai memiliki potensi besar untuk melayani kebutuhan penyimpanan karbon domestik maupun regional.
Berdasarkan estimasi awal, Asri Basin memiliki kapasitas penyimpanan hingga 2,9 gigaton CO₂ dengan potensi pengembangan mencapai 30 juta ton CO₂ per tahun.
Angka tersebut menjadikan proyek ini sebagai salah satu peluang penyimpanan karbon bawah tanah terbesar di kawasan Asia Pasifik.
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, mengatakan penguatan kerja sama dengan ExxonMobil menjadi langkah penting dalam membangun fondasi industri CCS nasional yang kompetitif.
“Pengembangan CCS Hub Asri Basin merupakan bagian dari strategi jangka panjang PHE untuk mendukung transisi energi nasional melalui solusi rendah karbon. Bersama ExxonMobil, kami ingin membangun fondasi yang kuat bagi komersialisasi CCS di Indonesia,” ujar Hermansyah.
Ia menambahkan, proyek tersebut juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat layanan penyimpanan karbon regional di Asia Pasifik.
Secara geografis, Asri Basin dinilai memiliki karakteristik ideal untuk pengembangan CCS karena didukung formasi saline aquifer dengan reservoir tebal dan berpori serta lapisan penutup (caprock) yang andal untuk penyimpanan karbon jangka panjang.
Wilayah tersebut berada sekitar 180 kilometer dari Jakarta dengan luas area mencapai 848 kilometer persegi dan kedalaman perairan sekitar 30-35 meter.
Selain faktor geologi, proyek ini juga didukung akses infrastruktur logistik dan pelabuhan milik Pertamina Group yang dinilai dapat mempercepat pengembangan proyek secara komersial.
Potensi sinergi pembiayaan melalui project financing dan joint venture bersama mitra internasional juga menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tarik investasi proyek CCS tersebut.
Melalui kolaborasi ini, PHE menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi bisnis rendah karbon yang tidak hanya mendukung agenda dekarbonisasi nasional, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengembangan industri CCS berkelanjutan di Indonesia. (rmn)










