• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Modal Membengkak, Pedagang Keluhkan Harga Plastik yang Makin Tak Terkendali

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 22 Mei 2026 - 17:41
in Ekonomi
Ilustrasi plastik kemasan terpajang rapi di salah satu pasar di Jakarta Barat. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi plastik kemasan terpajang rapi di salah satu pasar di Jakarta Barat. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gejolak pasokan bahan baku plastik di pasar global mulai terasa hingga ke lapak-lapak pedagang di Pasar Tanah Pasir, Penjaringan. Dalam beberapa bulan terakhir, para penjual mengaku harus menghadapi lonjakan harga yang cukup tajam akibat terganggunya distribusi bahan baku seperti etilena dan propilena yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Kenaikan tersebut mulai dirasakan sejak pertengahan April dan memengaruhi berbagai jenis produk berbahan plastik. Kondisi ini membuat biaya operasional pedagang meningkat, sementara kemampuan masyarakat untuk berbelanja justru cenderung melemah.

BacaJuga:

Bea Cukai Dampingi Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Perdagangan dan Industri

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

PLN Indonesia Power Perkuat Edukasi Energi Bersih dan Ekosistem Waduk lewat Program Kelana

Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga yang bervariasi, mulai dari sekitar 10 persen hingga bahkan mencapai 100 persen. Plastik kresek yang sebelumnya dijual Rp5.000 per bungkus kini menyentuh Rp7.000, sedangkan plastik es yang semula dibanderol sekitar Rp22.000 per pak berisi lima bungkus melonjak hingga Rp40.000.

Alin (50), salah seorang pedagang plastik, mengaku lonjakan harga tersebut datang di luar perkiraan para pelaku usaha.

“Semua pada kaget harganya bisa meloncat begitu, kita aja yang jual juga tidak menyangka harganya bisa tinggi begitu”, tutur Alin (50), pedagang plastik saat ditemui pada Jumat (15/6/2026).

Dampaknya tidak berhenti pada produk plastik saja. Kemasan berbahan styrofoam juga mengalami penyesuaian harga, begitu pula berbagai barang kebutuhan sehari-hari yang mengandalkan kemasan plastik dalam proses distribusinya.

Situasi serupa dirasakan Casmin (58), seorang agen yang memasok barang dagangan untuk warung-warung kecil. Ia mengatakan kenaikan biaya memaksanya menyesuaikan harga jual pelembut pakaian dalam kemasan renteng berisi 14 sachet, dari semula Rp10.000 menjadi Rp12.000.

Kondisi tersebut turut memangkas margin keuntungan para pemilik warung. Bahkan, strategi promosi seperti penawaran “beli 6 gratis 1” terpaksa tidak lagi dijalankan demi menjaga keuntungan yang tersisa, yang kini hanya sekitar Rp2.000 per penjualan.

Menurut para pedagang, pelemahan nilai tukar rupiah dan konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang memperburuk harga bahan baku impor. Mereka berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan kebijakan perdagangan, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha kecil agar tetap mampu bertahan.

“Seharusnya pemerintah tahu bagaimana pemberdayaan semacam UMKM itu harus bisa tetap belanjut, dengan adanya penambahan dana (modal),” tutur Casmin.

Di sisi lain, industri disebut telah berupaya mencari alternatif pasokan bahan baku dari wilayah lain, termasuk Afrika dan India. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan karena waktu pengiriman yang semula berkisar 10–15 hari kini dapat memakan waktu hingga sekitar 50 hari.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menerapkan kebijakan pembebasan bea masuk impor bahan baku plastik selama enam bulan sejak Mei. Kebijakan itu diharapkan dapat membantu menekan tekanan biaya dan meredakan kenaikan harga yang saat ini masih dirasakan oleh para pedagang di tingkat pasar. (mg171)

Tags: harga plastikKonflik Timur Tengah

Berita Terkait.

bc4
Ekonomi

Bea Cukai Dampingi Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Perdagangan dan Industri

Senin, 7 September 2026 - 19:29
maman
Ekonomi

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

Senin, 7 September 2026 - 19:19
plastik
Ekonomi

PLN Indonesia Power Perkuat Edukasi Energi Bersih dan Ekosistem Waduk lewat Program Kelana

Senin, 7 September 2026 - 19:06
Ideafest 2026
Ekonomi

IdeaFest 2026, Pertamina Kenalkan Potensi Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Senin, 7 September 2026 - 14:06
Rumput Laut Sulsel Jadi Bahan Baku Alternatif Plastik, Uluu Perkuat Ekosistem di Indonesia
Ekonomi

Rumput Laut Sulsel Jadi Bahan Baku Alternatif Plastik, Uluu Perkuat Ekosistem di Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:48
Arya Dwi Paramita
Ekonomi

Pertamina Ungkap Strategi Pertumbuhan Ganda untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

Senin, 7 September 2026 - 13:28

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.