INDOPOSCO.ID – Harapan sempat nyaris padam bagi Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kerugian akibat hasil panen yang belum optimal pernah membuat para petani kesulitan untuk bertahan. Namun kondisi itu perlahan berubah.
Kini, kelompok yang beranggotakan delapan petani tersebut justru mampu mencatat pendapatan hingga sekitar Rp90 juta. Tidak hanya itu, sebanyak 23 ton semangka hasil panen mereka berhasil dipasarkan hingga ke luar kabupaten.
Perubahan tersebut terjadi setelah kelompok tani mendapatkan pendampingan melalui Program Local Business Development (LBD) yang dijalankan PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd.
Program yang mulai berjalan sejak 2023 itu difokuskan untuk membantu petani menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan modal, rendahnya produktivitas, hingga minimnya akses pasar dan pengetahuan teknis budidaya.
Dalam pelaksanaannya, Medco E&P Grissik Ltd. yang merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Blok Corridor memberikan dukungan berupa pendampingan teknis, bantuan sarana produksi, hingga membuka akses pemasaran bagi kelompok tani.
“Melalui Program LBD, MedcoEnergi terus menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha mandiri dan berkelanjutan,” ujar Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset, Sudewo pada sesi diskusi di IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
“Kami melihat kelompok ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi contoh penguatan ekonomi lokal di sekitar area operasi,” sambungnya.
Bersama Plantari, MedcoEnergi melakukan pendampingan menyeluruh terhadap Kelompok Sumpal Palawija Makmur. Mulai dari distribusi benih dan pupuk, pengelolaan lahan, pemilihan varietas unggul, teknik pemupukan, pengendalian hama ramah lingkungan, hingga memperkuat kemitraan pemasaran.
Bagi para petani, pendampingan tersebut menjadi titik balik penting.
“Sebelumnya kami pernah terpuruk karena hasil panen belum optimal. Setelah pendampingan dari MedcoEnergi, kami lebih memahami budidaya yang baik, hasil panen meningkat, dan pasar semakin luas. Program ini membantu kami bangkit dan percaya diri untuk mengembangkan usaha,” kata Suyanto.
Dampak program terlihat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, kelompok tani ini masih mengalami kerugian. Setelah mendapatkan pendampingan, pendapatan kelompok mulai tumbuh menjadi sekitar Rp4 juta pada 2023, meningkat menjadi Rp15 juta pada 2024, hingga melonjak menjadi sekitar Rp90 juta pada 2025.
Selain peningkatan pendapatan, kapasitas produksi juga berkembang pesat. Panen semangka yang mencapai 23 ton tahun lalu berhasil dipasarkan ke wilayah luar kabupaten, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para petani.
Sudewo menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pengembangan masyarakat yang dijalankan secara konsisten mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi secara bertanggung jawab, MedcoEnergi berkomitmen terus mendukung program pengembangan masyarakat yang tepat sasaran. Melalui penguatan usaha lokal seperti ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Sudewo.
Program LBD sendiri merupakan bagian dari komitmen MedcoEnergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas usaha masyarakat, dan mendorong kemandirian warga di sekitar area operasional perusahaan. (her)










