• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pertamina Tegaskan Komitmen Jaga Energi Nasional di Tengah Krisis Dunia

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 21 Mei 2026 - 11:02
in Ekonomi
GET

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza memberikan paparan dalam sesi Global Executive Talk bertema The End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas saat pembukaan IPA Convex ke-50 di ICE BSD City, Rabu (20/5/2026). Foto: Dokumen Pertamina

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah dunia yang bergerak dalam ketidakpastian, Indonesia memilih tidak tinggal diam. Ketegangan geopolitik, tekanan geoekonomi, hingga ancaman gangguan rantai pasok global kini menjadi alarm serius bagi banyak negara, terutama sektor energi yang semakin rentan terhadap gejolak internasional.

Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) pun mempertegas langkah bersama untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Momentum itu terlihat dalam pembukaan IPA Convex ke-50 di ICE BSD City, Rabu (20/5/2026), ketika isu energi tak lagi sekadar bicara produksi, tetapi juga menyangkut stabilitas nasional dan masa depan ekonomi.

BacaJuga:

MedcoEnergi Percepat Hilirisasi Gas, Blok Sakakemang Jadi Andalan Baru

Era ‘Easy Oil’ Berakhir, Ini Strategi Baru Sektor Hulu Migas Indonesia

Pemerintah Percayakan WK Nawasena kepada MedcoEnergi, Infrastruktur Eksisting Jadi Kunci

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai kondisi global saat ini telah menciptakan ketidakpastian yang dirasakan hampir seluruh negara di dunia.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang sedang bertikai, tapi hampir semua negara, bahkan hampir semua rakyat dunia, termasuk di Indonesia. Tetapi Indonesia harus saya sampaikan bahwa dari kondisi geopolitik-geoekonomi yang tidak menentu, tumbuh ekonomi pada kuartal pertama,” kata Bahlil.

Menurutnya, situasi global membuat banyak negara mulai fokus melindungi kepentingan energinya masing-masing, baik negara produsen minyak maupun yang tidak memiliki sumber energi fosil memadai.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong langkah yang lebih agresif dalam mencari sumber energi alternatif sebagai antisipasi jika target lifting migas nasional tidak tercapai.

“Namun kami bersyukur bahwa dalam kondisi seperti ini, atas arahan Presiden, harus segera mencari alternatif-alternatif energi lain yang tidak hanya mengedepankan BBM yang bersumber dari fosil. Ketika lifting kita tidak tercapai, maka harus ada cara lain yang kita harus lakukan,” jelasnya.

Nada optimistis juga datang dari Pertamina. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menilai tantangan global justru membuka ruang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di sektor energi.

Dalam sesi Global Executive Talk bertema The End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas, Oki menegaskan bahwa industri energi kini memasuki fase baru yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya.

“Pada dasarnya, memang era easy energy sudah berlalu. Namun jika kita melihat lebih jauh, khususnya di Indonesia, kita masih memiliki peluang yang sangat besar. Jadi, bagi para investor, praktisi industri energi, maupun regulator, Indonesia menawarkan begitu banyak peluang yang dapat dikembangkan,” kata Oki.

Ia menyoroti meningkatnya ancaman terhadap pasokan energi global, terutama akibat ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Gangguan di kawasan tersebut dinilai bisa memicu lonjakan harga sekaligus mengganggu stabilitas pasokan energi internasional.

Menghadapi kondisi itu, Pertamina menempatkan peningkatan produksi domestik sebagai langkah utama menjaga ketahanan energi nasional.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah meningkatkan dan memaksimalkan produksi domestik minyak dan gas,” terangnya.

Tak hanya fokus pada produksi, Pertamina juga memperkuat strategi kolaborasi dengan berbagai perusahaan energi global. Menurut Oki, tantangan industri energi saat ini terlalu besar jika dihadapi sendiri.

“Kami membutuhkan partnership. Kami memiliki banyak perusahaan mitra yang sangat andal,” ungkap Oki.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga iklim investasi energi tetap menarik, terutama melalui perpanjangan kontrak, penyesuaian skema bagi hasil, hingga insentif fiskal bagi pelaku industri.

Di sisi lain, teknologi menjadi faktor yang semakin menentukan. Pemanfaatan supercomputer hingga kecerdasan buatan (AI) kini mulai diandalkan untuk mempercepat eksplorasi, meningkatkan efisiensi operasi, sekaligus menekan risiko bisnis.

Meski tantangan global semakin berat, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar, termasuk pada pengembangan migas nonkonvensional dan penerapan enhanced oil recovery (EOR) untuk mendongkrak produksi dari lapangan eksisting.

“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. Jadi, bagi para investor, engineer, maupun regulator, Indonesia menawarkan begitu banyak peluang yang dapat dikembangkan,” tutupnya.(her)

Tags: Energi NasionalIPA Convex 2026PT Pertamina

Berita Terkait.

MedcoEnergi Percepat Hilirisasi Gas, Blok Sakakemang Jadi Andalan Baru
Ekonomi

MedcoEnergi Percepat Hilirisasi Gas, Blok Sakakemang Jadi Andalan Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:22
IPA
Ekonomi

Era ‘Easy Oil’ Berakhir, Ini Strategi Baru Sektor Hulu Migas Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:41
ipa
Ekonomi

Pemerintah Percayakan WK Nawasena kepada MedcoEnergi, Infrastruktur Eksisting Jadi Kunci

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:11
medco
Ekonomi

Ketahanan Energi Jadi Fokus, MedcoEnergi Genjot Produksi dan Ekspansi Hijau

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:02
minerba
Ekonomi

Wacana Badan Ekspor Minerba Menguat, API-IMA Minta Kepastian Bisnis Tetap Dijaga

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:31
Dasco
Ekonomi

Pengamat Sebut Langkah Dasco ke BEI Bisa Perkuat Kepercayaan Pasar

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:47

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2821 shares
    Share 1128 Tweet 705
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1189 shares
    Share 476 Tweet 297
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.