INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyentil pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak terdampak oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Mengingat harga berbagai bahan pokok di pedesaan justru ikut melonjak akibat kondisi tersebut.
“Tempe tahu yang dimakan masyarakat desa, kedelainya impor. Semakin rupiah melemah makin mahal harga tempe,” kata Bhima saat dikonfirmasi melalui gawai, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan bahwa narasi aman dari dampak dolar itu tidak lebih dari sekadar penenang semu yang mengaburkan ancaman badai ekonomi di depan mata. “Iya betul. Ini ketenangan semu jelang badai,” ucap Bhima.
Menurutnya, klaim Prabowo keliru karena terkesan menganggap daya beli masyarakat desa akan aman selama harga BBM dan LPG bersubsidi tidak mengalami kenaikan.
“Karena seolah semua bisa ditahan dengan adanya subsidi BBM, harga BBM tidak naik, LPG juga sama,” ujar Bhima.
Ia memaparkan bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak lagi sama dengan krisis tahun 1998. Integrasi mendalam ekonomi Indonesia ke dalam sistem global menyebabkan masyarakat perdesaan kini kesulitan beralih ke sektor tradisional saat terjadi lonjakan harga bahan bakar.
“Permasalahannya kan Indonesia semakin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi global dibandingkan tahun 1998, kalau tahun 98 pada saat terjadi krisis harga minyak tanah naikinnya tajam, orang bisa beralih ke kayu bakar,” kritik Bhima.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus mengalami pelemahan tajam hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah di kisaran Rp17.662 hingga Rp17.671 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pelemahan itu juga diikuti dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,35 persen ke level 6.628,97.
Presiden Prabowo Subianto meyakini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mampu mengatasi pelemahan signifikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi belakangan ini.
“Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, enggak usah kalian khawatir itu,” jelas Prabowo terpisah saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, siang tadi.
Menurutnya, fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat tidak berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat di pedesaan.
“Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar, dibilang,” ucap Prabowo.(dan)











