• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Anggaran Tanding Ulang LCC Empat Pilar MPR RI Dipertanyakan

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 15 Mei 2026 - 22:02
in Nasional
lcc

Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat. Foto: Cuplikan YouTube

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan untuk mengulang babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Keputusan itu diambil menyusul kelalaian penilaian juri yang memicu sorotan publik, namun hal ini justru menuai kritikan dari Center For Budget Analysis (CBA) yang mempertanyakan perihal anggaran dari rencana tersebut.

Pasalnya, menurut Direktur Eksekutifi CBA, Uchok Sky Khadafi, anggaran yang sudah dipersiapkan dari babak penyelisihan hingga ajang final tanpa ada tanding ulang. Terlebih lagi, anggaran yang disiapkan sangat fantastis, mencapai Rp30,7 miliar.

BacaJuga:

Menko Polkam Ungkap Sosok Calon Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

LPDB Kembangkan Credit Scoring Digital Berbasis AI, Target Berlaku 2027

DPR: Jenderal Suyudi Hadapi Tugas Berat Benahi Polri

“Ini MPR ingin menutup malu karena ulah juri dari internal MPR sendiri atau memang murni ingin tanding ulang. Lalu budgetnya darimana?” tanya Uchok dalam penryataannya kepada INDOPOSCO.ID, Jumat (15/5/2026).

Sehingga dirinya menduga ada dugaan melakukan mark up atas pelaksanaan LCC Empat Pilar, yang dinilai dirinya sebagai proyek raksasa.

“Kalau duit dari anggaran yang sudah ada, berarti ketahuan bahwa ada indikasi Mark up anggaran dong. Jadi sangat jelas, ini proyek raksasa, bukan sekadar lomba cerdas cermat,” cetusnya.

Ia pun menegaskan bahwa permintaan maaf dari MPR RI atas kelalaian dewan juri saat LCC Kalbar tidak cukup untuk menutup kejanggalan angka yang dianggap “gemuk” tersebut. Melainkan harus menjelaskan secara terbuka rincian penggunaan anggaran tersebut kepada publik.

“Bukan hanya minta maaf, pimpinan MPR harus jelaskan kenapa anggaran LCC berubah jadi proyek raksasa. Anggarannya bikin melongo, totalnya tembus Rp30,7 miliar. Ya, Anda tidak salah baca, tiga puluh miliar lebih hanya untuk satu lomba pengetahuan,” tegas Uchok.

Uchok merincikan beberapa pos anggaran yang dianggap tidak logis:

Penyusunan Metode dan Soal: Dialokasikan sebesar Rp1,2 miliar. Uchok mempertanyakan urgensi biaya tersebut jika soal yang diajukan hanya seputar materi Empat Pilar yang lazim diajarkan di sekolah.

Biaya Grand Final: Mencapai Rp3,5 miliar. “Apakah panggungnya dilapisi emas atau pesertanya diberi makan masakan koki bintang lima selama sebulan? Angka ini sangat tidak masuk akal,” sindirnya.

Temuan yang paling krusial dari CBA adalah adanya indikasi penganggaran ganda pada pos Paket Produksi Lomba yang mencapai Rp20,9 miliar.

Uchok mengungkapkan bahwa satu paket produksi LCC dibanderol sekitar Rp550 juta, sementara ada lagi anggaran untuk paket produksi Grand Final sebesar Rp4,6 miliar.

“Ini sepertinya gaya kuno permainan anggaran; masuk dua kali, tercatat dua kali, dibayar dua kali. Benaran untuk kebutuhan acara, atau cuma cara halus memutar uang negara ke kantong-kantong tertentu? Pertanyaan ini wajar muncul karena angkanya terlalu gemuk,” jelasnya.

Atas dasar temuan tersebut, CBA secara resmi mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap proyek LCC Empat Pilar ini.

“CBA meminta Kejaksaan Agung RI menggandeng auditor negara untuk membuka penyelidikan terhadap anggaran LCC Empat Pilar MPR RI 2026. Katanya untuk penguatan pemahaman kebangsaan, tapi realisasinya terbilang janggal. Diduga ada double budget maupun kebocoran anggaran yang serius,” pungkas Uchok Sky Khadafi.

Sebelumnya, MPR memutuskan untuk mengulang babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Keputusan itu diambil menyusul kelalaian penilaian juri yang memicu sorotan publik.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” kata Ketua MPR Ahmad Muzani di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan, tim penilaian dalam acara tersebut akan mencari dari luar kesekretariatan jenderal MPR. “Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” ujar Muzani.

Selain itu, ia memastikan adanya pengawasan langsung dari pimpinan MPR terhadap jalannya perlombaan selama acara berlangsung. Sehingga kontroversi uang terjadi pada acara sebelumnya tidak terulang.

“Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” ucap politikus Gerindra itu.

MPR sebelumnya berjanji akan melakukan evaluasi total terhadap kinerja dewan juri dan sistem perlombaan menyusul polemik pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR di Provinsi Kalimantan Barat yang viral di media sosial.

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyayangkan insiden kelalaian penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Ia menekankan pentingnya juri bersikap objektif serta responsif terhadap keberatan peserta di lapangan.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” tutur Akbar terpisah melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (12/5/2026)

Terdapat dua juri dalam final LCC Empat Pilar MPR yang menjadi sorotan. Mereka adalah Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni. Acara itu diketahui digelar Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026.

Dyastasita Widya Budi menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR. Dia dicemooh karena memberikan nilai -5 kepada regu SMAN 1 Pontianak meskipun jawaban mereka benar, namun kemudian memberikan nilai +10 kepada regu SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa.

Sementara Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI. Dia menuai cibiran setelah memyinggung artikulasi sebagai pembenaran atas perbedaan nilai tersebut, yang dianggap netizen sebagai sikap tidak objektif. (dil)

Tags: CBALCC Empat Pilarmpr riSMA 1 Pontianak

Berita Terkait.

LPDB Kembangkan Credit Scoring Digital Berbasis AI, Target Berlaku 2027
Nasional

Menko Polkam Ungkap Sosok Calon Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:05
LPDB Kembangkan Credit Scoring Digital Berbasis AI, Target Berlaku 2027
Nasional

LPDB Kembangkan Credit Scoring Digital Berbasis AI, Target Berlaku 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:29
DPR: Jenderal Suyudi Hadapi Tugas Berat Benahi Polri
Nasional

DPR: Jenderal Suyudi Hadapi Tugas Berat Benahi Polri

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:33
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam
Nasional

Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:15
Perkuat Pelindungan PMI, KP2MI Sediakan Layanan Telekonseling Kesehatan Mental
Nasional

Perkuat Pelindungan PMI, KP2MI Sediakan Layanan Telekonseling Kesehatan Mental

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:45
ISST Ke-6, UT Perkuat Riset Mahasiswa dan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat
Nasional

ISST Ke-6, UT Perkuat Riset Mahasiswa dan Inovasi Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:06

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.