• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Dipersoalkan, DPR Tegaskan Bukan Efek “Doping”

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 15 Mei 2026 - 19:19
in Nasional
misbakhun

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun buka suara soal polemik pertumbuhan ekonomi RI 5,61 persen di kuartal I 2026 dalam wawancara di sebuah podcast. Foto: Tangkapan layar YouTube Hendri Satrio Official

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun angkat suara terkait munculnya keraguan sejumlah pengamat ekonomi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I (Q1) 2026.

Menurutnya, angka tersebut bukan capaian biasa. Ia menilai pertumbuhan ekonomi di awal tahun itu menjadi salah satu prestasi paling tinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

BacaJuga:

DPR Desak Pemerintah Segera Angkat Guru Honorer Jadi ASN Sebelum Tenggat SE 7/2026

Komisi II Dukung ILASPP: Tata Kelola Pertanahan yang Transparan dan Berkeadilan

Menteri Ekraf Jajaki Kolaborasi Riot Games untuk Ekosistem Esports Indonesia

Dalam pernyataannya di podcast YouTube Hendri Satrio Official, Misbakhun menegaskan bahwa capaian tersebut bahkan melampaui era menteri keuangan sebelumnya yang kerap mendapat pengakuan internasional.

“Q1 5,61 persen itu tertinggi yang pernah kita capai sejak 14 tahun lalu. Menteri yang sebelumnya, yang katanya menjadi yang terbaik di dunia, malah tidak bisa mencapai 5,61 persen,” ujar Misbakhun dalam tayangan podcast tersebut, dikutip pada Jumat (15/5/2026).

Sorotan juga diarahkan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru menjabat sejak September 2025. Misbakhun menyebut Purbaya mampu menghadirkan akselerasi ekonomi hanya dalam waktu singkat setelah dipercaya masuk kabinet.

Ia menilai performa tersebut menjadi sinyal positif bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 masih realistis untuk dikejar.

“Walaupun cuma quarterly, tapi Purbaya bisa melakukannya dalam waktu yang tidak terlalu lama sejak dia diangkat September 2025. Bahkan di akhir tahun dia juga mencapai pertumbuhan yang tinggi sehingga kita bisa mencapai target pertumbuhan 5,2 persen di APBN 2025. Sekarang target 2026 adalah 5,4 persen, dan kita optimistis itu bisa tercapai,” ujar Misbakhun.

Tak hanya itu, Misbakhun juga membantah tudingan bahwa lonjakan pertumbuhan ekonomi tersebut semata-mata ditopang oleh utang pemerintah. Ia menegaskan seluruh kebijakan fiskal berjalan melalui mekanisme resmi yang dibahas bersama DPR dalam penyusunan APBN.

“Utang yang mana? Semua ekonomi kita itu kan basisnya pada hitung-hitungan defisit. Defisit itu ditetapkan bersama dalam proses menetapkan APBN. Bukan Pak Prabowo sendiri yang menetapkan, ini ditetapkan bersama wakil rakyatnya. Semua delapan partai di DPR setuju, tidak ada satu partai pun yang memberikan dissenting opinion,” tegas Misbakhun.

Di sisi lain, kritik terhadap angka pertumbuhan 5,61 persen juga datang dari ekonom Ferry Latuhihin. Dalam podcast yang sama, Ferry mempertanyakan kualitas pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ia menilai kenaikan belanja pemerintah yang melonjak tajam menjadi faktor utama di balik pertumbuhan tinggi pada awal tahun.

“Angka 5,61 persen itu ada doping. Pengeluaran pemerintah digenjot sampai sekitar 21 persen, padahal biasanya hanya di kisaran 4 persen,” kata Ferry.

Ferry bahkan menilai pertumbuhan tersebut lebih bersifat kosmetik ketimbang mencerminkan kondisi ekonomi riil masyarakat.

“Kalau saya bold, saya bilang ini untuk menghibur Bapak Presiden,” jelas Ferry. (her)

Tags: DPR RIHendri SatrioKomisi XIPertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait.

guru honorer
Nasional

DPR Desak Pemerintah Segera Angkat Guru Honorer Jadi ASN Sebelum Tenggat SE 7/2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:09
Aher
Nasional

Komisi II Dukung ILASPP: Tata Kelola Pertanahan yang Transparan dan Berkeadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:38
Teuku-Riefky-Harsya
Nasional

Menteri Ekraf Jajaki Kolaborasi Riot Games untuk Ekosistem Esports Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:08
Yusron-Ambary
Nasional

19 WNI Diamankan Otoritas Arab Saudi Akibat Pelanggaran Hukum Haji

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:45
Sakti-Wahyu
Nasional

Menteri Trenggono: KNMP untuk Mendukung Program Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:04
LCC
Nasional

Buntut Kegaduhan Penilaian Juri, SMAN 1 Pontianak Ogah Ikut Final Ulangan LCC

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:22

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1538 shares
    Share 615 Tweet 385
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1179 shares
    Share 472 Tweet 295
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    724 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.