INDOPOSCO.ID – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha, Kementerian Agama (Kemenag) berkolaborasi dengan Universitas Buddhi Dharma menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang final, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat keberagaman bangsa, dinilai penting untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin majemuk.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani menegaskan pentingnya penguatan nilai kebangsaan sebagai fondasi menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa.
Ia juga menekankan peran strategis mahasiswa sebagai generasi penerus yang memahami dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Muzani menjelaskan, praktik-praktik kebersamaan harus terus dikembangkan sebagai upaya memperkuat persatuan bangsa. Ia menyebut bahwa anak-anak mahasiswa sekarang ini akan menjadi orang-orang yang mendominasi dalam 100 tahun Indonesia Merdeka.
“Sekarang tahun 2026, berarti 19 tahun lagi kita akan memperingati Indonesia 100 tahun. Pada saat Indonesia 100 tahun, yakni 2045, kalian para mahasiswa yang sekarang ini ada di depan saya adalah orang-orang yang akan mendominasi, akan menjadi sebuah agen perubahan bagi kemajuan Indonesia,” ujar Ahmad Muzani saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Rabu (12/5/2026).
Ia berpesan untuk terus belajar selagi masih mahasiswa, membaca, bertanya, dan berdiskusi. “Mahasiswa harus terus terbuka terhadap diskusi-diskusi. Karena diskusi adalah cara kita untuk menguji pendapat kita. Diskusi adalah cara kita untuk menguji pikiran kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Buddhi Dharma, Limajatini, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi generasi muda dalam memperkuat semangat persatuan dan toleransi.
“Kami percaya bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memahami bahwa keberagaman Indonesia adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memecah belah,” ujarnya.
“Semangat gotong royong, saling menghormati, dan menjaga persatuan harus terus ditanamkan dalam kehidupan kampus maupun kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya. (nas)











