• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Selatan usai Kasus Hantavirus Kapal Pesiar

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 14 Mei 2026 - 11:32
in Nasional
hantavirus

Ilustrasi sel virus dari hantavirus. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hantavirus ke Indonesia setelah muncul kasus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius. Fokus pengawasan kini diarahkan kepada pelaku perjalanan internasional yang datang dari kawasan Amerika Selatan, termasuk Argentina.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni, menegaskan langkah pemantauan dilakukan secara khusus terhadap penumpang dengan riwayat perjalanan dari wilayah tersebut.

BacaJuga:

Heboh Pembubaran Film ‘Pesta Babi’ oleh TNI, Koalisi Sipil Tuntut Ketegasan

Menteri Kehutanan dan WCS Perkuat Kemitraan Konservasi dan Pengelolaan Taman Nasional

Kementerian PANRB Gandeng APKASI, Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Diperkuat

“Perhatian khusus diberikan kepada penumpang yang berasal dari negara-negara di Amerika Selatan,” ujar Andi di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Andi, otoritas kesehatan tetap dapat menelusuri asal perjalanan penumpang meski mereka transit di sejumlah negara sebelum tiba di Indonesia. Sistem pencatatan perjalanan internasional disebut memungkinkan pelacakan dilakukan lebih detail.

Kemenkes menjelaskan hantavirus bukan penyakit yang bisa dianggap ringan. Virus ini dapat memicu dua kondisi serius, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada ginjal.

Di Indonesia, kasus yang pernah ditemukan sejauh ini berasal dari strain Seoul yang berkaitan dengan HFRS. Sementara strain Andes—yang disebut dalam kasus di MV Hondius—belum pernah terdeteksi menular di Tanah Air.

Selain memperketat pengawasan pintu masuk negara, Kemenkes juga masih memantau seorang warga negara asing berinisial KE (60) yang diketahui memiliki kontak erat dengan korban di kapal pesiar tersebut.

Meski pasien memiliki penyakit penyerta berupa hipertensi dan riwayat penggunaan rokok elektrik atau vaping, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil negatif.

“Ia merupakan kontak erat dari kasus kedua dan sempat satu penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg. Namun berdasarkan hasil laboratorium, pasien dinyatakan negatif hantavirus,” jelas Andi.

Pemerintah tetap melanjutkan pemantauan karena masa inkubasi HPS dapat berlangsung cukup panjang, bahkan mencapai sekitar 45 hari. Saat ini pasien masih menjalani karantina di RSPI Sulianti Saroso.

Meski situasi ini menjadi perhatian serius, Kemenkes memastikan kondisi tersebut tidak dapat disamakan dengan awal merebaknya pandemi COVID-19.

“Setelah melewati masa pemantauan selama isolasi mandiri dan seluruh penumpang dipastikan menjalani pemeriksaan kesehatan, situasi dapat dinyatakan aman,” tambahnya. (her)

Tags: HantavirusKasus Hantavirus Kapal PesiarKemenkesPelaku Perjalanan Amerika Selatan

Berita Terkait.

pig
Nasional

Heboh Pembubaran Film ‘Pesta Babi’ oleh TNI, Koalisi Sipil Tuntut Ketegasan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:10
raja
Nasional

Menteri Kehutanan dan WCS Perkuat Kemitraan Konservasi dan Pengelolaan Taman Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:09
PANRB-APKASI
Nasional

Kementerian PANRB Gandeng APKASI, Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Diperkuat

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50
Ahmad-Muzani
Nasional

Buntut Kontroversi Juri, Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Diulang

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:02
Arief-Wibowo
Nasional

Didukung BNPB dan Basarnas, Prodi Manajemen Bencana BLU Kini Makin Diminati

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:40
SBN
Nasional

Terima Kunjungan Badan Atom Rusia, Ketua DPD RI: Kami Bahas Potensi Pengembangan PLTN

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:19

BERITA POPULER

  • hujan

    Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1068 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    837 shares
    Share 335 Tweet 209
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.