INDOPOSCO.ID – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan resmi ke Bronx Zoo, Amerika Serikat, Rabu (13/5/2026), untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan hutan berkelanjutan. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kehutanan didampingi Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Winanto Adi, dan Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri, Ristianto Pribadi.
Dalam agenda tersebut, delegasi Indonesia mengadakan pertemuan dengan Executive Vice President dan Chief Operating Officer Wildlife Conservation Society (WCS), Robert G. Menzi, beserta jajaran pimpinan senior WCS di New York. Pertemuan menghasilkan penandatanganan Joint Statement untuk memperkuat kemitraan jangka panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.
Joint Statement tersebut mendukung pembentukan Task Force on Innovative Financing for National Parks oleh Pemerintah Indonesia, yang bertujuan mendorong pengelolaan kawasan konservasi yang efektif, tangguh, dan berkelanjutan secara finansial.
Dalam kerangka kerja sama ini, WCS akan melanjutkan dukungan teknis dan kelembagaan pada empat taman nasional percontohan, yaitu Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Manusela, dan Taman Nasional Gunung Leuser. Keempat kawasan tersebut memiliki ekosistem unik dan keanekaragaman hayati tinggi yang memberikan jasa lingkungan penting bagi masyarakat sekitar.
Dalam pernyataan bersama tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia Biodiversity Fund (IBioFund) diposisikan sebagai mekanisme pendanaan yang siap mendukung visi Task Force. Melalui peran tersebut, IBioFund diharapkan dapat mengarahkan pembiayaan konservasi yang lebih terukur dan berkelanjutan guna memperkuat pengelolaan taman nasional serta mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap alokasi anggaran tahunan pemerintah.
Sebagai bagian dari kunjungan, delegasi Indonesia juga meninjau pengelolaan Bronx Zoo yang dikelola oleh WCS untuk melihat secara langsung integrasi antara konservasi, riset ilmiah, edukasi publik, pemberdayaan masyarakat, serta keterkaitan pendekatan ex-situ dan in-situ dalam mendukung pemulihan populasi satwa liar di habitat alaminya.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyampaikan bahwa hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting bagi keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, dan kesejahteraan masyarakat.
“Hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran vital bagi keberlanjutan lingkungan, ketahanan iklim, dan penghidupan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Indonesia ingin memperkuat langkah-langkah konkret agar upaya konservasi dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional. Kami menyambut baik keberlanjutan kemitraan dengan WCS dalam mendukung prioritas konservasi Indonesia serta menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ujar Raja Juli Antoni.
Sementara itu, Executive Vice President dan COO WCS, , menyampaikan apresiasinya terhadap kemitraan jangka panjang dengan Indonesia.
“WCS sangat menghargai kemitraan jangka panjang dengan Kementerian Kehutanan dan menantikan perluasan kerja sama di Indonesia. Bersama-sama, kami ingin mendorong berbagai inisiatif konservasi yang berdampak nyata bagi ketahanan hutan, perlindungan satwa liar, dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya. (ney)











