INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan dana Rp10,27 triliun dari hasil penertiban denda administrasi untuk memperbaiki 5.000 puskesmas di Indonesia. Keputusan ini sebuah langkah strategis untuk memperkuat fasilitas kesehatan dasar.
“Saudara-saudara hari ini, artinya kita bisa selesaikan 5 ribu puskesmas Rp10 triliun,” kata Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan pemulihan lahan kehutanan di Kejaksaan Agung, Rabu (13/5/2026).
Ia mengungkapkan penyerahan kali ini merupakan yang keempat dengan total nilai penyelamatan aset mencapai sekitar Rp40 triliun. Hasil penyelamatan kekayaan negara tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas pelayanan publik.
Upaya membenahi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama itu akan dilaksanakan menyusul laporan kabinet mengenai kondisi fasilitas yang telah dibiarkan selama beberapa dekade.
“Saya baru berkeliling ke daerah terpencil, dapat laporan dari menteri kesehatan kita punya 10.000 puskesmas sejak jamannya pak Harto (Presiden ke-2 RI) 30 tahun puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki,” ujar Prabowo.
Selain itu, pemerintah saat ini tengah mempercepat renovasi fasilitas pendidikan nasional. Setelah memperbaiki 17 ribu sekolah pada tahun lalu, pemerintah menargetkan perbaikan 70 ribu sekolah pada tahun ini dan 100 ribu sekolah pada tahun depan.
“Dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan, nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki,” jelas eks Menteri Pertahanan itu.
“Semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan uang-uang tersebut akan hilang, dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut,” tambahnya.(dan)











