INDOPOSCO.ID – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai kampus yang berfokus pada studi keislaman semata.
Saat ini, PTKIN telah berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi modern yang memadukan keilmuan sains, teknologi, hasil riset global, serta pembentukan karakter berlandaskan nilai moderasi beragama.
Pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 masih dibuka dan tersisa 17 hari lagi. Calon mahasiswa dapat bergabung dalam ekosistem pendidikan yang menyiapkan kompetensi akademik, sekaligus membentuk lulusan yang adaptif, beretika, dan berdaya saing di tingkat internasional.
Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Abdul Aziz, menegaskan, bahwa UM-PTKIN bukan hanya jalur seleksi masuk perguruan tinggi biasa, melainkan pintu strategis untuk mencetak generasi akademik yang unggul, moderat, dan mampu bersaing secara global.
“PTKIN hadir sebagai institusi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai, dan karakter. Melalui UM-PTKIN 2026, kami membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari lingkungan akademik yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” ujar Aziz di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut Aziz, anggapan bahwa PTKIN hanya mencetak tenaga ahli di bidang ibadah sudah tidak relevan lagi. PTKIN kini mengusung paradigma integrasi keilmuan yang menggabungkan sains, teknologi, humaniora, dan nilai-nilai keislaman.
“Perubahan ini dijalankan melalui tiga pilar utama. Di antaranya moderasi beragama. Menjadi pondasi pemahaman Islam yang inklusif, toleran, dan damai, sekaligus menjadi wadah penyebaran pemikiran Islam moderat khas Indonesia ke kancah internasional,” terangnya.
Lalu, masih ujar Aziz, pengakuan internasional. Ini mendorong semakin banyak PTKIN meraih akreditasi internasional seperti AUN-QA atau FIBAA, serta menjalin kerja sama riset dengan universitas ternama di Eropa, Amerika, hingga Timur Tengah.
“Dan smart campus, dengan melakukan transformasi digital dalam layanan akademik dan riset yang memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) dan Big Data, agar lulusan siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan 5.0,” ujarnya.
Ia menambahkan, beragam program strategis juga disiapkan bagi mahasiswa, antara lain Beasiswa Indonesia Bangkit hasil kerja sama Kementerian Agama dan LPDP.
“Ada juga program gelar ganda (double degree), pertukaran pelajar, pembelajaran berbasis sistem manajemen pembelajaran digital, hingga pengembangan pusat studi moderasi beragama,” bebernya.(nas)











