INDOPOSCO.ID – Aksi dugaan persekusi terhadap seorang perempuan di sebuah SPBU kawasan Slipi, Jakarta Barat, terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban tampak berlari menyelamatkan diri ke area pom bensin saat dikejar oleh seseorang.
Terlihat seorang perempuan yang mengenakan kaus berwarna abu-abu dan celana panjang serta membawa tas berada di depan SPBU. Dia tampak melihat ke arah belakang.
Tak lama, dia berlari diikuti seorang perempuan yang mengenakan kemeja berwarna krem serta celana panjang hitam mengejar di belakangnya.
Sementara dari rekaman CCTV lainnya, terlihat keduanya berlari ke arah parkiran mobil. Kemudian, perempuan bercelana hitam itu menarik rambut dari perempuan yang dikejarnya tadi. Diduga, perempuan berbaju abu-abu mendapatkan perlakuan kekerasan.
Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora membenarkan adanya peristiwa dugaan penganiayaan tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (31/3/2026) di SPBU Palmerah, Jakarta Barat. Korban diketahui berinisial NM (35) sementara terduga pelaku berinisial GS.
“Iya benar, itu kejadian bulan Maret kemarin, saat ini korban sudah membuat LP dan sudah dilakukan BAP oleh anggota,” kata Gomos saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi dengan Nomor: STTLP/B/ 2224 / III /2026/SPKT/Polda Metro Jaya. Dalam laporan itu diketahui, kejadian berawal saat korban akan menjadi saksi di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat dengan nomor perkara 72/PIB.B/2026/PN.Jkt.Brt. Sebelum bersaksi, korban keluar dari ruang sidang.
Saat itu, terlapor mengejar korban. Lantaran merasa terancam, korban berlari untuk menyelamatkan diri ke SPBU samping PN Jakarta Barat. Namun, pelaku diduga masih bisa melakukan penganiayaan kepada korban.
Pihak kepolisian tengah mendalami kasus melalui berbagai pemeriksaan untuk mengusut tuntas laporan korban.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan persekusi atau penganiayaan tersebut. “Saya cek laporannya,” ujar Zulkan terpisah saat dikonfirmasi. (dan)











