• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Teknologi Hidrotermal FBR Dinilai Mampu Ubah Wajah Pengelolaan Sampah Jakarta

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 11 Mei 2026 - 16:46
in Megapolitan
Pramono Anung

Gubernur Jakarta Pramono Anung didampingi Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim (kanan) dan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin (kiri belakang), memberikan keterangan pers usai meninjau sistem pengolahan sampah berbasis teknologi hidrotermal di Pasar Kramat Jati Area 7, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan langsung terhadap sistem pengolahan sampah berbasis teknologi hidrotermal di di Pasar Kramat Jati Area 7, Jakarta Timur. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bersama masyarakat dan PT Fokus Bintang Rejeki (FBR).

Bagi Pramono, langkah ini bukan sekadar uji coba teknologi, melainkan bagian dari perubahan besar pengelolaan sampah ibu kota.

BacaJuga:

Kakanim Jakbar Tegaskan Inovasi Layanan Tetap Bertahan Meski Pimpinan Berganti

Rumah Sakit Tak Cukup Canggih, Jaringannya Juga Harus Kebal Gangguan

Kecap Lokal dari Bekasi, Oishii Food Indonesia Tembus Eropa

“Ini akan sangat bermanfaat,” ujarnya, saat meninjau langsung sistem pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati Area 7, Senin (11/5/2026).

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah sejak dari sumber. Pemprov Jakarta kini mendorong masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.

Menurut Pramono, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Karena itu, seluruh elemen dilibatkan, mulai dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, pedagang, warga sekitar, hingga sektor swasta.

Saat ini, sistem pengolahan di Pasar Induk Kramat Jati mampu menangani sekitar 5 ton sampah organik setiap hari langsung di lokasi. Hasil akhirnya pun tidak lagi menjadi limbah, melainkan pupuk yang dimanfaatkan melalui kerja sama dengan Pupuk Indonesia.

“Saya meyakini program ini bisa mengurangi beban pengiriman sampah ke Bantargebang,” jelas Pramono,

Diketahui, Perumda Pasar Jaya mengelola 153 pasar dengan total produksi sampah mencapai sekitar 500 ton per hari. Karena itu, pengolahan sampah langsung dari sumber dinilai menjadi langkah penting untuk menekan volume sampah yang selama ini menumpuk di TPST Bantargebang.

Pramono memastikan konsep serupa nantinya akan diperluas ke berbagai sektor lain seperti hotel, restoran, hingga kafe. Bahkan jajaran wilayah sampai tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) telah diminta ikut mendukung pelaksanaannya.

“Yang paling penting adalah keberlanjutan. Ini tidak boleh berhenti karena akan mengubah wajah Jakarta,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Kiai Haji (KH) Lutfi Hakim, turut menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai keterlibatan pedagang dan masyarakat menjadi kekuatan utama pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Pelibatan masyarakat ini sangat penting. Pedagang tidak hanya membuang sampah, tapi ikut memilah dan menjadi bagian dari solusi. Untuk saat ini uji coba baru 5 ton, ke depan akan bisa mengonversi 50 ton sampah per hari di kawasan Pasar ini,” katanya.

Menurut Lutfi, teknologi hidrotermal menjadi salah satu kontribusi nyata FBR dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah perkotaan.

“Dengan konsep hidrotermal, sampah bisa diolah lebih cepat menjadi pupuk cair dan padat hanya dalam waktu dua jam. Ini solusi konkret yang harus kita dukung,” ucapnya.

Teknologi hidrotermal sendiri bekerja menggunakan tekanan dan suhu tinggi di dalam reaktor tertutup. Sampah organik yang sudah dipilah dimasukkan ke mesin, lalu dipanaskan menggunakan uap air hingga terurai tanpa proses pembakaran.

Hasil akhirnya berupa pupuk organik cair serta residu padat menyerupai tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos. Selain mempercepat proses penguraian, metode ini juga mampu menekan bau dan mengurangi volume sampah secara signifikan.

“Ini sangat relevan untuk kota seperti Jakarta. Cepat, efisien, dan hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tambah Lutfi.

Sementara itu,Hery, operator pengolahan menjelaskan seluruh proses pengolahan telah berjalan terintegrasi di lapangan.

“Sampah organik masuk dari pedagang dalam kondisi sudah dipilah. Lalu kita proses di mesin dewatering untuk memisahkan airnya. Setelah itu masuk ke reaktor hidrotermal selama sekitar dua jam,” imbuhnya.

Menurut Hery, hasil akhir pengolahan sudah jauh berubah dari bentuk awalnya.

“Yang keluar sudah menjadi bahan seperti tanah, bisa untuk kompos. Cairannya juga kita manfaatkan menjadi pupuk cair,” terangnya.

Saat ini kapasitas pengolahan masih berada di angka lima ton per hari. Namun, target besar sudah disiapkan.

“Sekarang masih di kisaran 5 ton. Ke depan kita targetkan bisa meningkat sampai 50 ton per hari,” tutupnya.(her)

Tags: fbrkh lutfi hakimPemilahan SampahPemprov Jakartapengelolaan sampahPT Fokus Bintang RejekiTeknologi Hidrotermal

Berita Terkait.

imigrasi
Megapolitan

Kakanim Jakbar Tegaskan Inovasi Layanan Tetap Bertahan Meski Pimpinan Berganti

Rabu, 2 September 2026 - 02:20
fiber
Megapolitan

Rumah Sakit Tak Cukup Canggih, Jaringannya Juga Harus Kebal Gangguan

Selasa, 1 September 2026 - 16:26
kecap
Megapolitan

Kecap Lokal dari Bekasi, Oishii Food Indonesia Tembus Eropa

Selasa, 1 September 2026 - 14:27
Perkuat Pengawasan Barang Ekspor, Bea Cukai Resmikan Alat Pemindai Peti Kemas ke-10 di Pelabuhan Tanjung Priok
Megapolitan

Perkuat Pengawasan Barang Ekspor, Bea Cukai Resmikan Alat Pemindai Peti Kemas ke-10 di Pelabuhan Tanjung Priok

Selasa, 1 September 2026 - 14:15
Kanal Aduan Dibuka, Pengawasan Lapas Jakarta Makin Ketat
Megapolitan

Kanal Aduan Dibuka, Pengawasan Lapas Jakarta Makin Ketat

Selasa, 1 September 2026 - 13:45
​​Dorong Pemahaman Al-Qur’an, Kemenag Minta MTQN XXXI Tak Berhenti di Seremonial
Megapolitan

Sampah Jakarta Mulai Berbelok, 500 Ton Sehari Tak Lagi ke Bantargebang

Selasa, 1 September 2026 - 12:15

OLAHRAGA

league
Olahraga

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Editor Dilianto
Rabu, 2 September 2026 - 04:04

INDOPOSCO.ID – Gemuruh Super League 2026/2027 tak hanya akan terdengar dari stadion. Musim baru kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia...

SelengkapnyaDetails
sty

Comeback ke Liga Indonesia, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan yang Membuatnya Bangga

Selasa, 1 September 2026 - 23:13
et

Momen STY-Erick Thohir Jabat Tangan di Launching Super League Jadi Sorotan

Selasa, 1 September 2026 - 22:02
Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:15
timnas

Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Garuda Muda Diminta Waspada

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.