• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Betawi Masa Depan dan Masa Depan Betawi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 12 Mei 2026 - 01:31
in Megapolitan
Share on FacebookShare on Twitter

oleh : Usni Hasanudin, Dosen Budaya dan Perilaku Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta

Bayangkan Jakarta tahun 2027. Kembang api meledak di langit Monumen Nasional (Monas). Usia kota ini genap 500 tahun. Dunia datang merayakan. Gedung-gedung kaca memantulkan cahaya. MRT melintas tanpa suara. Di layar videotron, tertulis besar: Jakarta Global City.

BacaJuga:

Balita Meninggal Usai Terperosok Lubang Proyek di Tebet, Ini Kronologinya

Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Bersahabat, Didominasi Berawan Sepanjang Hari

FKBI Desak Evaluasi Total PRJ: Soroti Tarif, Copet, dan Maraknya Promosi Rokok

Memasuki usia 500 tahun Jakarta, entitas Betawi berada pada critical juncture historis. Fenomena ini tidak dapat dibaca sebagai romantika kultural, melainkan sebagai persoalan ilmiah yang menyangkut production of locality, cultural agency, dan right to the city. Dalam kerangka itu, muncul dua konstruksi yang secara ontologis dan sosiologis bertentangan: Betawi Masa Depan dan Masa Depan Betawi.

Betawi Masa Depan merepresentasikan kondisi deterritorialization dan ornamentalisasi budaya. Ia adalah fase ketika identitas mengalami dislokasi dari basis materialnya. Kajian urban political economy menunjukkan tiga gejala empiris.

Pertama, terjadi spatial mismatch. Toponimi Betawi tetap eksis dalam peta administratif DKI Jakarta, seperti Kampung Melayu, Kampung Bandan, dan Condet, namun komposisi demografisnya telah bergeser akibat state-led gentrification. Konversi lahan yang masif menyebabkan tanah di kantong-kantong budaya Betawi beralih fungsi menjadi properti komersial. Akibatnya, komunitas penutur inti terdorong ke hinterland Bodetabek. Identitas bertahan sebagai penanda, tetapi kehilangan lokus.

Kedua, terjadi language shift. Merujuk pada skala United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), vitalitas bahasa Betawi berada pada tahap severely endangered. Transmisi intergenerasional terputus. Data Dinas Kebudayaan 2025 mencatat hanya 15 persen penutur aktif berusia di bawah 30 tahun. Paradoksnya, dialek Betawi hidup sebagai slang di ruang digital, namun mati sebagai mother tongue di ruang domestik. Hal ini menunjukkan bahasa kehilangan fungsinya sebagai cultural carrier dan hanya bertahan sebagai stylistic marker.

Ketiga, terjadi komodifikasi simbolik. Unsur budaya Betawi seperti ondel-ondel, palang pintu, dan kerak telor mengalami reduksi makna dari use value menjadi exchange value dalam industri pariwisata dan city branding. Dalam terminologi Marxian, ini adalah bentuk alienasi: produsen budaya terasing dari produknya sendiri karena makna otentiknya digantikan oleh nilai pasar.

Secara filosofis, kondisi ini merefleksikan being-for-others ala Sartre. Eksistensi Betawi tidak ditentukan secara otonom, melainkan dikonstruksi oleh tatapan eksternal negara, pasar, dan industri kreatif. Ia menjadi simulacrum dalam makna Baudrillard, yakni tanda yang tidak lagi merujuk pada realitas, melainkan meniru dirinya sendiri. Ondel-ondel tidak lagi berfungsi sebagai ritual tolak bala, melainkan sebagai ikon kota yang hiper-real. Inilah yang disebut Hegel sebagai kematian kedua: kematian makna, meskipun entitas fisiknya masih ada.

Dengan demikian, Betawi Masa Depan adalah proyeksi deterministik. Ia akan terjadi apabila relasi kuasa tidak berubah, yakni ketika kelompok Betawi tetap menjadi object of development tanpa kontrol atas ruang, bahasa, dan rantai nilai ekonominya. Ia hadir di Jakarta 5 abad, namun hanya sebagai artefak.

Berlawanan dengan itu, Masa Depan Betawi adalah konstruksi normatif yang berbasis pada cultural agency dan self-determination. Ia menuntut transformasi dari object menjadi subject of development, dari being-looked-at menjadi being-in-the-world dalam terminologi Heidegger.

Transformasi ini mensyaratkan tiga prasyarat struktural. Pertama, re-teritorialisasi melalui instrumen kebijakan. Ini berarti implementasi right to the city ala Lefebvre, di mana Peraturan Daerah (Perda) Pemajuan Budaya dapat menetapkan Kawasan Cagar Budaya Betawi yang mengikat secara hukum. Kebijakan afirmatif seperti Pajak Bumi Bangunan (PBB) 0 persen untuk rumah adat, insentif IMB bagi sanggar, dan inclusionary zoning 20% ruang budaya pada setiap proyek properti menjadi mekanisme untuk mengembalikan kontrol atas space of places dari dominasi space of flows.

Kedua, revernacularization bahasa melalui language planning digital. Bahasa Betawi harus diintervensi sebagai high variety language yang memberi economic incentive. Program Betawi Creator Hub, digitalisasi korpus bahasa, dan integrasi dalam industri game serta konten merupakan strategi untuk membalik language shift. Bahasa bertahan bukan karena dilestarikan, melainkan karena diproduksi ulang dalam ekosistem baru.

Ketiga, institusionalisasi IP economy. Merujuk pada teori modal Bourdieu, modal budaya Betawi harus dikonversi menjadi modal ekonomi. Silat Beksi dikembangkan sebagai sport tourism industry, arsitektur rumah kebaya sebagai prototype green vertical housing, dan musik gambang kromong sebagai world music commodity. Pembentukan BUMD Jakarta Culture Industry dengan Betawi sebagai core intellectual property adalah jalan untuk mengubah posisi dari sub-kontraktor event menjadi pemilik industri.

Secara filosofis, Masa Depan Betawi adalah manifestasi being-for-itself. Ia adalah Dasein yang melemparkan diri ke masa depan, Entwurf. Tradisi tidak dimuseumkan, tetapi mengalami Aufhebung Hegelian: dipertahankan sekaligus dilampaui. Nilai-nilai inti seperti komunalitas rumah kebaya, adab palang pintu, dan kelakar lenong ditarik sebagai prinsip etis untuk menavigasi modernitas. Palang pintu tidak lagi sekadar tradisi pernikahan, melainkan filosofi pembangunan: bahwa setiap kemajuan harus melewati pintu etika dan keberadaban.

Ini adalah eksistensi otentik. Betawi tidak menolak menjadi global, tetapi ia menentukan syarat keglobalannya. Ia tidak menjadi objek tatapan, melainkan subyek yang menatap dan membentuk dunianya.

Dialektika Betawi Masa Depan dan Masa Depan Betawi adalah pertarungan antara determinisme struktural dan agensi eksistensial. Yang pertama adalah takdir yang akan terjadi jika kelompok Betawi tetap berada dalam posisi subaltern politik-ekonomi. Yang kedua adalah ikhtiar yang hanya mungkin jika terjadi rekonfigurasi kuasa atas ruang, bahasa, dan ekonomi.

Dalam ilmu sosial, identitas yang tidak mampu mengontrol ruang dan alat produksinya akan menjadi folklor.

Pertanyaannya, apakah Betawi ada di dalamnya sebagai arsitek, atau sekadar artefak? Jawaban itu tidak ditentukan oleh sejarah. Ia ditentukan oleh pilihan dan kemauan politik kita hari ini.*

Tags: betawikaukus muda betawiMasyarakat betawiSuku Betawiusni hasanudin

Berita Terkait.

Garis-Polisi
Megapolitan

Balita Meninggal Usai Terperosok Lubang Proyek di Tebet, Ini Kronologinya

Senin, 29 Juni 2026 - 12:03
Berawan
Megapolitan

Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Bersahabat, Didominasi Berawan Sepanjang Hari

Senin, 29 Juni 2026 - 08:39
FKBI Desak Evaluasi Total PRJ: Soroti Tarif, Copet, dan Maraknya Promosi Rokok
Megapolitan

FKBI Desak Evaluasi Total PRJ: Soroti Tarif, Copet, dan Maraknya Promosi Rokok

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:15
Betawi
Megapolitan

Ekonomi dan Kelembagaan Adat Budaya: Jalan Kesejahteraan Betawi

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12
Hujan
Megapolitan

Hujan Diperkirakan Berpotensi Mengguyur Wilayah Jakarta Hari Ini

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:27
seni
Megapolitan

Saat Harmoni Kebun Pelangi Mengantar Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar Siswa Permatahati

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:33

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1725 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1693 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1633 shares
    Share 653 Tweet 408
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar
Olahraga

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Editor Juni Armanto
Senin, 29 Juni 2026 - 17:35

INDOPOSCO.ID - Timnas Jepang akan menghadapi tantangan berat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tim Samurai Biru dijadwalkan menantang...

SelengkapnyaDetails
Selebrasi

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Senin, 29 Juni 2026 - 10:41
Buchanan

Hasil Piala Dunia: Hukum Afsel di Injury Time, Kanada ke 16 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 08:19
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.