INDOPOSCO.ID – Gemuruh transaksi dan antusiasme buyer mewarnai partisipasi PT Pertamina (Persero) dalam Inabuyer B2B2G Expo 2026. Selama tiga hari pelaksanaan di Gedung SMESCO Exhibition Hall, Jakarta Selatan, Pertamina sukses mencatat total transaksi dan potensi bisnis UMKM binaannya mencapai Rp10,6 miliar.
Nilai tersebut terdiri dari transaksi retail sebesar Rp1,8 miliar dan potensi business matching senilai Rp8,8 miliar. Capaian ini sekaligus menjadi bukti kuat bahwa UMKM binaan Pertamina semakin kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Tak hanya menghadirkan produk unggulan, Pertamina juga membawa semangat besar agar UMKM lokal mampu masuk ke rantai pasok nasional, baik di sektor Pemerintah, BUMN, maupun swasta.
Lima UMKM binaan yang tampil di arena pameran berhasil mencuri perhatian pengunjung dan buyer, yakni Agrominafiber, Meraki Cipta Rasa, Novio Fresh, Rendang Gadih, dan Otrahum. Produk yang inovatif dan kualitas yang semakin matang menjadi magnet tersendiri di tengah persaingan pasar.
Sementara itu, enam UMKM lainnya mendapat kesempatan mengikuti sesi business matching dengan calon buyer potensial. Mereka adalah Glory Nine Degrees, Sambal Ning Niniek, Cangcomak, Sanrah Food, Miniesq, dan Sambal Lauk Mak Fau.
Langkah tersebut membuka peluang kerja sama jangka panjang sekaligus memperbesar kesempatan UMKM untuk menjadi bagian dari rantai pasok nasional yang berkelanjutan.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menegaskan bahwa Pertamina terus memperkuat pembinaan UMKM agar mampu berkembang lebih jauh dan memiliki daya saing tinggi.
“Pertamina berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas UMKM, tetapi juga membuka akses pasar dan peluang kolaborasi yang lebih luas,” ujar Baron dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
“Inabuyer menjadi momentum strategis agar UMKM binaan dapat terhubung langsung dengan buyer potensial dan masuk ke rantai pasok nasional,” tambahnya.
Dalam ajang tersebut, Pertamina juga meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan transaksi buyer potensial terbanyak. Penghargaan itu mempertegas posisi Pertamina sebagai salah satu motor penggerak pengembangan UMKM nasional.
Tak hanya transaksi, momentum penting lainnya hadir lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh UMKM Agrominafiber dan Rendang Gadih. Kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk memperluas pengembangan usaha dan penetrasi pasar.
Owner Rendang Gadih, Brigita Lydia Syahniva mengaku pendampingan dari Pertamina memberi dampak nyata terhadap perkembangan usahanya.
“Melalui pendampingan Pertamina, kami mendapatkan banyak peluang untuk memperluas pasar dan membangun jejaring bisnis yang lebih besar. Kehadiran di Inabuyer menjadi momentum penting bagi UMKM kami untuk semakin dikenal dan dipercaya oleh buyer dari berbagai sektor,” ucap Brigita.
Melalui keikutsertaan di Inabuyer B2B2G Expo 2026, Pertamina menunjukkan bahwa pembinaan UMKM bukan sekadar program pendampingan, tetapi strategi nyata memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pelaku usaha yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.
Di saat bersamaan, Pertamina juga terus menjalankan transformasi bisnis yang berorientasi pada prinsip Environmental, Social & Governance (ESG), sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (her)











