• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Menguat di Tengah Drama Global, Pasar Sambut Sinyal Damai AS–Iran

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 6 Mei 2026 - 18:54
in Ekonomi
uang

Petugas menghitung lembaran dolar AS dan rupiah di gerai penukaran valuta asing di Jakarta, di tengah dinamika pergerakan kurs global. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rupiah akhirnya mendapat ruang bernapas setelah beberapa hari tertekan oleh kuatnya dolar Amerika Serikat (AS). Angin segar itu datang bukan dari dalam negeri semata, melainkan dari pernyataan tak terduga Presiden AS, Donald Trump, yang membuka peluang damai dengan Iran.

Pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), mata uang Garuda menguat 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.387 per dolar AS. Sehari sebelumnya, rupiah masih berada di posisi Rp17.423 per dolar AS, menunjukkan betapa cepatnya perubahan arah pasar dalam merespons sentimen global.

BacaJuga:

Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global

Harga Ayam Harus Seimbang, Mendag: Peternak Untung dan Daya Beli Konsumen Terjaga

Aturan Pengangkutan Barang Impor dan Ekspor Berubah, Pelaku Usaha Perlu Ketahui 5 Poin Ini

Optimisme pasar dipicu oleh sinyal meredanya konflik di Timur Tengah. Trump menyampaikan adanya kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, bahkan mengindikasikan penghentian sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Langkah ini langsung mengubah peta sentimen global. Dolar AS yang sebelumnya menjadi aset lindung nilai mulai ditinggalkan, sementara investor kembali melirik aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan dolar menjadi katalis utama penguatan rupiah kali ini.

“Pasar melihat pernyataan Trump sebagai sinyal meredanya ketegangan geopolitik. Ini langsung menekan indeks dolar AS dan memberi ruang bagi mata uang emerging market untuk menguat,” ujar Ibrahim di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, pasar saat ini sangat sensitif terhadap isu geopolitik, terutama yang berkaitan dengan pasokan energi global.

“Selama risiko gangguan distribusi energi menurun, tekanan terhadap dolar ikut berkurang. Itu yang sekarang dimanfaatkan oleh rupiah,” jelasnya.

Meski demikian, situasi belum sepenuhnya stabil. Trump tetap menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran masih berlangsung, menandakan bahwa ketegangan belum benar-benar usai.

Dari dalam negeri, sentimen positif turut datang dari klaim pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026.

Angka tersebut dinilai menjadi sinyal awal akselerasi ekonomi nasional, apalagi pemerintah disebut tengah menyiapkan stimulus tambahan untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Ibrahim melihat kombinasi faktor global dan domestik ini cukup membantu menjaga kepercayaan pasar.

“Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci. Selama itu terjaga, rupiah masih punya peluang untuk stabil bahkan menguat,” tutup Ibrahim.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa euforia pasar bisa bersifat sementara. Sejumlah ekonom masih mempertanyakan validitas angka pertumbuhan yang diumumkan pemerintah.

Dengan kata lain, penguatan rupiah saat ini lebih mencerminkan respons cepat pasar terhadap sentimen global, bukan perubahan fundamental yang sepenuhnya mapan. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik dan konsistensi data ekonomi domestik. (her)

Tags: Donald TrumpKemenkeuKonflik AS-Iranpurbaya yudhi sadewarupiah menguatTimur Tengah

Berita Terkait.

wamenkop
Ekonomi

Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:12
mendag
Ekonomi

Harga Ayam Harus Seimbang, Mendag: Peternak Untung dan Daya Beli Konsumen Terjaga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:40
bc
Ekonomi

Aturan Pengangkutan Barang Impor dan Ekspor Berubah, Pelaku Usaha Perlu Ketahui 5 Poin Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:36
ibma
Ekonomi

Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya Indonesia Bullion Market Association

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:06
Purbaya
Ekonomi

Seluruh Fraksi Setuju, RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 Melaju ke Paripurna

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:47
Eko-Waluyo
Ekonomi

BTN dan Revolusi Talenta, Mendorong SDM Jadi Mesin Pendapatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:35

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.