INDOPOSCO.ID – Ekonomi DKI Jakarta menunjukkan performa impresif di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,59 persen secara year-on-year (y-on-y) pada Triwulan I-2026.
Angka itu semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai lokomotif perekonomian nasional. Pertumbuhan y-on-y yang konsisten itu menunjukkan ketahanan ekonomi ibu kota yang semakin solid, melampaui capaian beberapa triwulan sebelumnya, dan mencerminkan tren positif berkelanjutan sejak tahun 2024.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai lapangan usaha utama. Dari sisi produksi, kontribusi terbesar datang dari sektor lainnya sebesar 2,58 persen, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (1,06 persen), Informasi dan Komunikasi (0,88 persen), Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,56 persen), serta Konstruksi (0,51 persen).
Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menjadi penyumbang terbesar dengan 3,32 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (1,68 persen), Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (0,47 persen), dan komponen lainnya (0,12 persen).
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menyatakan, data itu menjadi bukti nyata bahwa kebijakan Gubernur Pramono Anung dalam memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong investasi mulai menunjukkan hasil yang sangat baik.
“Kami optimis Jakarta akan terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif,” kata Chico Hakim dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan laju pertumbuhan ini melalui berbagai program prioritas yang pro-rakyat dan pro-pembangunan. Dengan fondasi ekonomi yang semakin kokoh, Jakarta siap menyambut masa depan lebih cerah, inklusif, dan penuh peluang bagi semua warga. (dan)











