INDOPOSCO.ID — Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) resmi menetapkan kepengurusan masa khidmat 2026–2031 bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional. Komposisi baru ini menandai konsolidasi besar organisasi, dengan hampir 99 persen posisi strategis diisi oleh kader internal.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, menyebut formasi ini sebagai langkah serius untuk memperkuat arah gerak organisasi ke depan. Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang baru tidak hanya berfokus pada restrukturisasi, tetapi juga pada percepatan peran Mathla’ul Anwar di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
“Ini adalah upaya kolektif untuk memastikan Mathla’ul Anwar semakin kokoh dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Seluruh potensi kader akan kita maksimalkan untuk kemajuan pendidikan dan kemandirian umat,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Dengan jaringan sekitar 3.000 lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai daerah, Mathla’ul Anwar dinilai memiliki kekuatan besar dalam mencetak generasi unggul. Ke depan, lembaga-lembaga tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang kompetitif secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan kemandirian ekonomi.
Selain itu, PB MA juga akan mengoptimalkan peran kader yang berada di lembaga legislatif, baik DPR maupun DPD RI, untuk mendorong penguatan organisasi secara nasional serta memperluas kontribusi dalam kebijakan publik.
Sebagai langkah awal, PB Mathla’ul Anwar langsung merealisasikan program nyata dengan menyalurkan bantuan renovasi madrasah di Cihara, Lebak, senilai Rp400 juta melalui kolaborasi dengan BUMN. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di daerah.
Jazuli menegaskan, kepengurusan baru ini diisi oleh tokoh-tokoh lintas latar belakang yang tetap berakar kuat sebagai kader Mathla’ul Anwar. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting untuk membawa organisasi menjadi lebih modern, mandiri, dan diperhitungkan di tingkat nasional.
“Kami ingin Mathla’ul Anwar naik ke level yang lebih tinggi dengan kerja nyata dan kontribusi yang lebih luas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Amanah KH. Embay Mulya Syarief menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru. Ia menekankan bahwa pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama dalam gerakan organisasi.
“Pendidikan adalah investasi. Tanpa pendidikan, pembangunan manusia tidak memiliki makna,” ujarnya.
Dengan komposisi yang solid dan dominasi kader internal, PB Mathla’ul Anwar optimistis mampu mempercepat transformasi organisasi sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan bangsa. (dil)











