• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kasus K3 Kemnaker Diselimuti Dugaan ‘Budaya Lama’, Terdakwa Ungkap Sisi Lain

Nasuha Editor Nasuha
Jumat, 1 Mei 2026 - 22:31
in Nasional
Suasana sidang perkara dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kemnaker yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, pada Senin (20/4/2026) lalu. Foto: Istimewa

Suasana sidang perkara dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kemnaker yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, pada Senin (20/4/2026) lalu. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sidang dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memasuki babak yang menarik perhatian publik. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/4/2026), terdakwa Irvian Bobby melalui kuasa hukumnya membuka sisi lain yang disebut telah lama berlangsung.

Kuasa hukum terdakwa, Hervan Dewantara, menggambarkan kliennya berada dalam posisi yang tidak mudah. Ia menyebut Irvian hanya menjalankan pola yang sudah terbentuk jauh sebelum perkara ini mencuat.

BacaJuga:

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Mantan Presiden RI

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Kemarau 2026 di Depan Mata, Kementan Percepat Gerakan Tanam Padi di Sukabumi

“Kalau dilakukan salah, tidak dilakukan juga salah di mata pimpinan,” kata Hervan dalam keterangannya usai sidang.

Menurutnya, praktik pungutan non-teknis yang kini dipersoalkan bukanlah hal baru. Ia menyebut pola tersebut telah berjalan sejak 2012 dan perlahan berkembang menjadi kebiasaan yang dianggap lumrah di lingkungan kerja.

Hervan juga menegaskan bahwa kliennya, termasuk terdakwa lain di level pelaksana, tidak memiliki peran dalam menentukan besaran pungutan. Bahkan, kata dia, pihak penyedia jasa K3 sudah memahami alur dan nominal yang harus dibayarkan.

“Biasanya mereka langsung tanya, ini ditransfer ke mana, karena sudah tahu angkanya,” terangnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa posisi kliennya tidak memiliki ruang untuk menghentikan praktik tersebut. Sistem yang disebut telah mengakar justru menciptakan tekanan tersendiri bagi para pegawai di level bawah.

“Ini sudah lama dan meluas, bukan hanya di satu bidang. Jadi seolah-olah menjadi hal yang biasa,” ucapnya.

Untuk menggambarkan situasi itu, Hervan menggunakan analogi sederhana namun tajam. Ia menyebut kondisi tersebut seperti berada di lingkungan yang sudah terbiasa dengan penyimpangan.

“Kalau lingkungan bersih, orang pasti sungkan. Tapi kalau sudah kotor semua, jadi terbiasa,” jelas Hervan.

Dalam pandangannya, risiko terbesar justru muncul ketika seseorang mencoba keluar dari pola tersebut. Penolakan terhadap praktik yang ada bisa dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap pimpinan.

“Kalau pimpinan melarang, pasti diikuti. Tapi kalau tidak, tidak mungkin level bawah berani menentang,” terangnya.

Atas dasar itu, pihak kuasa hukum meminta majelis hakim melihat perkara ini secara lebih luas. Mereka menilai kasus ini bukan semata soal tindakan individu, melainkan bagian dari sistem yang telah berlangsung lama.

Sidang akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan berikutnya. Dari proses itulah, peran masing-masing pihak diharapkan semakin terang dan utuh. (her)

Tags: Irvian BobbyK3KemnakerPemerasan K3

Berita Terkait.

Kapolri
Nasional

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Mantan Presiden RI

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:46
sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
kementan
Nasional

Kemarau 2026 di Depan Mata, Kementan Percepat Gerakan Tanam Padi di Sukabumi

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7142 shares
    Share 2857 Tweet 1786
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1116 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1777 shares
    Share 711 Tweet 444
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
Pemain-Paraguay
Olahraga

Turki Angkat Koper, Arda Guler Minta Maaf

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:01

INDOPOSCO.ID - Timnas Turki harus angkat koper lebih awal setelah menelan dua kekalahan dalam fase Grup D Piala Dunia 2026....

SelengkapnyaDetails
malarza

Piala Dunia 2026: Gol Kilat Galarza Bawa Paraguay Tumbangkan Turki 1-0

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:57
lesu

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.