INDOPOSCO.ID – Kepala Seksi Pengolahan dan Analisa (Kasi Pullahjianta) Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe menyatakan, bahwa pihaknya tengah mengusut dugaan kelalaian terkait kecelakaan kereta api jarak jauh dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
“Fokus penyidikan adalah kelalaian sopir, serta kewajiban Pemerintah Kota Bekasi dalam menyediakan palang pintu kereta api sesuai aturan UU Perkeretaapian,” kata Sandhi Wiedyanoe dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Kecelakaan itu bermula ketika sebuah taksi listrik Green SM dilaporkan mogok atau mengalami mati mesin tepat di tengah perlintasan sebidang JPL 85 (Ampera) dekat Stasiun Bekasi Timur saat melintas dari arah utara ke selatan.
Taksi yang mogok tersebut tertemper oleh KRL Commuter Line. Insiden itu diduga memicu gangguan pada sistem persinyalan kereta api di area tersebut, yang kemudian berlanjut pada tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memeriksa sopir taksi online yang diduga memicu kecelakaan kereta api jarak jauh dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan pemeriksaan itu.
“Untuk driver taxi online inisial RRP diminta keterangan kemaren Selasa dan hari ini Rabu di Polres Metro Bekasi Kota,” jelas Budi Hermanto terpisah saat dikonfirmasi wartawan, sore tadi.
Di samping itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) malam, buntut kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyatakan, tujuan sidak tersebut untuk memastikan penerapan Sistem Manajeman Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai ketentuan karena berkaitan dengan keselamatan kendaraan.
“Dalam penyelenggaraan angkutan umum ada beberapa elemen yang harus dilakukan sesuai dengan SMK PAU. Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan, mulai dari pre-trip inspection hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi,” kata Aan terpisah dalam keterangannya, Jakarta, pagi tadi. (dan)










