INDOPOSCO.ID – Kebutuhan tenaga kerja di sektor minyak dan gas (migas) nasional terus meningkat seiring kompleksitas operasional di hulu hingga hilir. Untuk menjawab tantangan tersebut, sistem tenaga kerja alih daya kini bukan lagi sekadar solusi sementara, melainkan bagian penting dalam menjaga stabilitas dan efisiensi industri.
Peran ini dijalankan secara konsisten oleh PT Patra Drilling Contractor (PDC), yang dikenal sebagai salah satu penyedia layanan Outsourcing Management dengan rekam jejak kuat di sektor energi.
Manager Outsourcing Management PDC, Rahmat Wijaya, menilai bahwa layanan yang mereka hadirkan mampu memberikan dampak nyata bagi perusahaan pengguna jasa, mulai dari efisiensi biaya hingga kemudahan akses tenaga kerja profesional.
“Layanan Outsourcing Management ini bersifat end-to-end yang mencakup seluruh siklus pengelolaan tenaga kerja. Mulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja, proses rekrutmen dan pelatihan, penempatan tenaga kerja, hingga pengelolaan penggajian dan administrasi, serta monitoring dan evaluasi kinerja, kepatuhan pekerja terhadap standar operasional dan aspek-aspek K3L atau HSSE,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Melalui pendekatan tersebut, PDC mengoptimalkan jaringan tenaga kerja dari berbagai level, mulai dari non-skill hingga tenaga ahli spesialis. Mereka tersebar di berbagai fungsi seperti operasional, administratif, teknis, hingga layanan pendukung.
Rahmat menegaskan, kekuatan utama PDC terletak pada pengalaman panjang di industri energi, penerapan standar keselamatan tinggi, serta pemahaman mendalam terhadap sistem kerja di lingkungan Pertamina.
“Selain itu, kredibilitas PDC sebagai bagian dari grup Pertamina juga menjamin keandalan dan keberlanjutan layanan,” jelasnya.
Sejak dikembangkan pada 2014, lini bisnis ini telah menjangkau berbagai sektor operasional migas, termasuk dukungan pengeboran, pengelolaan bahan bakar, operasional terminal, hingga logistik dan perawatan fasilitas.
Cakupan wilayah kerja PDC pun terbilang luas, meliputi berbagai titik strategis di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua. Aktivitas operasionalnya tersebar di rig pengeboran, kantor pusat dan area, terminal BBM, depot, hingga kilang.
Hingga Maret 2026, PDC tercatat tengah mengelola 48 kontrak aktif dengan jumlah tenaga kerja alih daya mendekati 7 ribu orang.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan menerapkan sistem manajemen terintegrasi berbasis standar internasional, termasuk ISO 9001 untuk mutu serta sistem keselamatan kerja yang ketat. Seluruh proses juga didukung digitalisasi, mulai dari rekrutmen hingga penggajian dan evaluasi kinerja.
“Seluruh proses tersebut dijalankan berdasarkan SOP dan SLA yang terukur serta diawasi melalui mekanisme monitoring dan audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kualitas layanan kepada klien,” tambahnya.
Dengan kombinasi efisiensi operasional, kualitas sumber daya manusia, serta fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan klien, PDC menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan industri migas nasional.(her)










