• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Komoditas Kedelai Bergantung Impor, Wamendiktisaintek: Butuh Pendekatan Berbasis Riset dan Inovasi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 29 April 2026 - 12:44
in Nasional
Fauzan

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan (kiri). Foto: Dokumen Kemendiktisaintek

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketahanan pangan terutama pada komoditas kedelai masih mengalami ketergantungan pasokan dari luar negeri. Tantangan ini membutuhkan pendekatan kolaboratif berbasis riset dan inovasi, untuk meningkatkan produksi.

Per April 2026, program budidaya kedelai di Nganjuk telah dikembangkan hingga mencakup ribuan hektare lahan yang didampingi, melibatkan 70 kelompok tani di 18 desa binaan, serta dukungan benih mencapai lebih dari 100 ton.

BacaJuga:

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Berdasarkan data lapangan, produktivitas varietas kedelai Grobogan diproyeksikan mencapai 1,5–2 ton per hektare, dengan estimasi total hasil panen mencapai lebih dari 3.000 ton dari keseluruhan lahan yang telah ditanami. Masa tanam yang relatif singkat, yaitu sekitar 75–80 hari, memungkinkan optimalisasi pola tanam berkelanjutan di wilayah tersebut.

“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan dalam keterangan, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, bahwa keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya sebatas akademik, tetapi juga memastikan proses produksi berbasis riset dan teknologi yang presisi.

“Kita punya tanggung jawab moral tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani meningkat,” tegas Fauzan.

Dalam implementasinya, menurut Fauzan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berperan sebagai penghubung antara kapasitas riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan. Termasuk dalam pengembangan varietas, pendampingan budidaya, hingga penguatan sistem hilirisasi.

“Kolaborasi ini tentu harus diperkuat dengan keterlibatan industri sebagai offtaker untuk menjamin kepastian pasar, serta dukungan alat pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi,” katanya.(nas)

Tags: ImporKedelaiWamendiktisaintek

Berita Terkait.

irfan
Nasional

Notarace 2026, INI Padukan Olahraga dan Penguatan Wawasan Profesi Notaris

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23
komdigi
Nasional

Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Komunitas Muda Bangun Ruang Digital Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:02
Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket
Nasional

Menteri PANRB Dorong MPP Jadi Pusat Solusi Layanan Publik, Bukan Sekadar Kumpulan Loket

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:05
Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Nasional

Menangkap Pergeseran Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:06
Meutya Hafid
Nasional

Menkomdigi Soroti Ilusi Algoritma: Linimasa Bukan Gambaran Utuh Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:04
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:47

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5203 shares
    Share 2081 Tweet 1301
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1517 shares
    Share 607 Tweet 379
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1537 shares
    Share 615 Tweet 384
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.