• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Serap Aspirasi Maluku Utara, BAM DPR RI Soroti DBH yang Mandek hingga Status Ibu Kota Sofifi

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 28 April 2026 - 21:02
in Nusantara
Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan saat memimpin Kunjungan Kerja Reses BAM DPR RI di Ternate, Provinsi Maluku Utara, Senin (27/4/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Farhan/Mahendra

Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan saat memimpin Kunjungan Kerja Reses BAM DPR RI di Ternate, Provinsi Maluku Utara, Senin (27/4/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Farhan/Mahendra

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Isu krusial mulai dari mandeknya pencairan Dana Bagi Hasil (DBH), lemahnya implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga status Sofifi sebagai ibu kota provinsi yang belum mandiri menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja reses Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ke Maluku Utara.

Dipimpin Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, rombongan DPR RI turun langsung ke Ternate untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah dan masyarakat. Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi representasi DPR dalam menjembatani persoalan daerah ke tingkat pusat.

BacaJuga:

KPAI Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Pengajar terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor

Buntut Dugaan Tindak Pidana, DPD RI Sambangi Daycare di Yogyakarta

Jetty Liar Terus Beroperasi di Tahura, Satgas PKH Didesak Bertindak

Salah satu keluhan utama yang mencuat adalah belum tuntasnya pencairan DBH dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah di Maluku Utara. Kondisi ini dinilai menghambat optimalisasi pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

“Masalah DBH ini akan kami perjuangkan di tingkat pusat, khususnya bersama Komisi XI DPR RI,” ujar Ahmad Heryawan kepada wartawan dikutip Selasa (28/4/2026).

Selain itu, BAM juga menyoroti pentingnya penguatan CSR, khususnya dari perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah kaya sumber daya tersebut. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan manfaat nyata dari keberadaan industri, baik melalui program pemberdayaan CSR maupun layanan publik yang dibiayai dari DBH.

Untuk meningkatkan efektivitas CSR, muncul gagasan pembentukan forum CSR yang melibatkan pemerintah daerah dan perusahaan. Forum ini diharapkan mampu menyelaraskan program pembangunan dengan kontribusi sektor swasta secara terarah dan transparan.

Tak kalah penting, persoalan status Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara juga kembali mengemuka. Hingga kini, Sofifi masih berstatus sebagai bagian dari Kota Tidore Kepulauan. BAM menilai sudah saatnya Sofifi ditingkatkan menjadi daerah otonom agar tata kelola pemerintahan lebih efektif. “Hal ini akan kami dorong bersama Komisi II DPR RI,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Di sektor infrastruktur, rencana pembangunan kantor Polda dan Kodam di Maluku Utara masih terkendala persoalan lahan. Meski anggaran telah disiapkan pemerintah daerah, proses pelepasan aset melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi hambatan yang perlu segera diselesaikan.

Di balik berbagai tantangan tersebut, Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 39,1 persen (year-on-year) pada kuartal III 2025—tertinggi secara nasional—yang didorong oleh industri pengolahan nikel.

Namun, Ahmad Heryawan mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat harus diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan. “Pertumbuhan tinggi harus berkualitas, inklusif, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.

BAM juga mengingatkan potensi munculnya enclave economy, yakni kondisi ketika pertumbuhan ekonomi tidak berdampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar pembangunan benar-benar dirasakan secara luas.

“Aspirasi ini akan menjadi bahan penting dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran DPR RI,” pungkasnya. (dil)

Berita Terkait.

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nusantara

KPAI Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Pengajar terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:41
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nusantara

Buntut Dugaan Tindak Pidana, DPD RI Sambangi Daycare di Yogyakarta

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:31
Jetty Liar Terus Beroperasi di Tahura, Satgas PKH Didesak Bertindak
Nusantara

Jetty Liar Terus Beroperasi di Tahura, Satgas PKH Didesak Bertindak

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:31
Petugas-BC
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,5 Kg Kokain oleh WNA Kolombia di Bandara Ngurah Rai

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:09
PHKT Fasilitasi ANZAC Day 2026, Dubes Australia Hadir di Situs Bersejarah Balikpapan
Nusantara

PHKT Fasilitasi ANZAC Day 2026, Dubes Australia Hadir di Situs Bersejarah Balikpapan

Kamis, 30 April 2026 - 23:45
735 Eks Pekerja Newcrest Tempuh Jalur ILO Setelah Putusan Kasasi Berkekuatan Hukum Tetap
Nusantara

735 Eks Pekerja Newcrest Tempuh Jalur ILO Setelah Putusan Kasasi Berkekuatan Hukum Tetap

Kamis, 30 April 2026 - 23:15

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    2302 shares
    Share 921 Tweet 576
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1566 shares
    Share 626 Tweet 392
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1058 shares
    Share 423 Tweet 265
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.