INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, bahwa anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari anggaran pendidikan itu tidak benar.
“Anggaran pendidikan untuk MBG itu tidak ada faktanya. Program MBG jalan, anggaran pendidikan ditingkatkan,” kata Mu’ti kepada indoposco.id, Sabtu (25/4/2026).
Ia menuturkan, program MBG pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkaitan langsung dengan fungsi pendidikan karakter. Yakni dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
“Dalam 7 KAIH ada kebiasaan makan sehat bergizi. Dan itu terpenuhi dengan adanya program MBG,” ungkap Mu’ti.
Mu’ti menyebut, data hingga Maret 2026 lalu sebanyak 93 persen siswa telah menerima program MBG. Diperkirakan saat ini telah mencapai 95 persen.
“Jadi program MBG berkait langsung dengan fungsi pendidikan karakter,” ucapnya.
Lebih jauh Mu’ti mengungkapkan, sejumlah program anggaran pendidikan ditambah di 2026. Salah satunya program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan.
“APBN tambahan 2026 mencapai Rp76 triliun untuk program revitalisasi sebanyak 60 ribu satuan pendidikan. Sebelumnya di 2025 program revitalisasi untuk 11.744 satuan pendidikan hanya Rp14 triliun,” bebernya.
Sementara, lanjut Mu’ti, untuk papan interaktif digital (IFP) di 2026 per satuan pendidikan ditambah 2 hingga 3 IFP. Sebelumnya, di 2025 setiap satuan pendidikan hanya menerima 1 IFP.
“Semua untuk peningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan,” ujar Mu’ti.(nas)










