• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Mendikdasmen: Sistem Fleksibel, Pendidikan Tidak Identik dengan Biaya Mahal

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 25 April 2026 - 14:05
in Nasional
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti. Foto: Nasuha/INDOPOSCO

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti. Foto: Nasuha/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pendidikan bukan identik dengan biaya yang mahal. Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).

Ia mengatakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen bahwa pendidikan harus dapat dijangkau oleh semua. Untuk itu pendidikan harus dirancang dengan sistem yang fleksibel.

BacaJuga:

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan

Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara

“Ini memungkinkan anak belajar secara fleksibel, baik itu waktu dan proses. Dan pendidikan yang bisa dijangkau biayanya,” ujar Mu’ti.

Menurutnya, untuk memenuhi itu Kemendikdasmen menyiapkan model-model pendidikan nonformal. Hal ini agar dapat menyerap anak-anak putus sekolah.

“Secara nasional ada 4 alasan anak putus sekolah, tidak melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA),” bebernya.

Mu’ti menuturkan, alasan tersebut di antaranya karena faktor ekonomi. Lalu faktor ekonomi dalam konteks yang berbeda.

“Di daerah tertentu, banyak anak muda putus sekolah memilih bekerja. Alasannya sekolah tinggi tidak menjamin pekerjaan. Di daerah tertentu, anak-anak memilih bekerja di ladang dann tambang. Dengan penghasilan Rp350 ribu per hari,” katanya.

“Kalau per bulan pendapatan Rp9 jutaan. Dan ini lebih besar dari gaji pokok Abdul Mu’ti. Ini gaji pokok ya, bukan sama tunjangan atau titel Profesornya,” kelakarnya.

Mu’ti menambahkan, alasan putus sekolah lainnya adalah pernikahan dini dan alasan jarak atau domisili.

“Kami dorong PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) untuk memberikan keterampilan dan kecakapan hidup,” ucapnya.

“Kami juga komitmen, untuk daerah sulit dijangkau didirikan sekolah satu atap. Dimana anak-anak bisa menemukan beberapa jenjang di satu sekolah,” imbuhnya.

Mu’ti menyatakan, kemudahan pendidikan bagi anak putus sekolah lainnya adalah pembelajaran jarak jauh atau sekolah kesetaraan paket A untuk jenjang sekolah dasar (SD), paket B setara sekolah menengah pertama (SMP), paket C setara sekolah menengah atas (SMA).

“Nilai dari sekolah kesetaraan ini diakui sama dengan sekolah formal. Tentu kami tetap memantau pendidikan kesetaraan ini terdaftar dengan sistem pembelajaran yang baik,” ujarnya. (nas)

Tags: Abdul Mu'tiBiaya Mahal PendidikanKemendikdasmenpendidikan

Berita Terkait.

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:21
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:21
Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara
Nasional

Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:55
Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka
Nasional

Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:31
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Nasional

Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:03
Pengerahan TNI-Komcad Saat Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil: Langkah Keliru dan Ilegal
Nasional

Pengerahan TNI-Komcad Saat Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil: Langkah Keliru dan Ilegal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:15

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    950 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1517 shares
    Share 607 Tweet 379
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.