INDOPOSCO.ID – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa mengemas diplomasi budaya dalam balutan semangat emansipasi perempuan melalui perhelatan bertajuk “Indonesia’s Legacy of Women Empowerment”.
Acara ini menandai satu tahun pencatatan surat-surat R.A. Kartini dalam Memory of the World Register milik United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekaligus menegaskan Kartini sebagai aset soft power Indonesia di panggung global.
Kegiatan dibuka oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, dan dihadiri sekitar 200 undangan yang terdiri dari anggota parlemen dan senator Kanada, korps diplomatik di Ottawa, serta asosiasi pendamping parlemen di Ottawa dan Montreal.
Tamu kehormatan, The Honourable Lena Metlege Diab, Menteri Urusan Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada, menyampaikan sambutan kunci yang sarat apresiasi terhadap warisan pemikiran Kartini dan relevansinya bagi perjuangan perempuan masa kini.
Turut hadir Konsul Jenderal RI Toronto Vevie Damayanti dan Konsul Jenderal RI Vancouver Nina Kurnia Widhi, keduanya perempuan, yang makin menegaskan representasi nyata peran strategis perempuan Indonesia dalam diplomasi.
Rangkaian acara diawali dengan demo memasak mi goreng khas Indonesia yang mengundang partisipasi langsung tamu undangan. Antusiasme terlihat saat dua perwakilan tamu mencoba meracik bumbu dan sayuran ala Indonesia.
Suasana makin semarak saat diplomat dan staf KBRI Ottawa menampilkan Tari Bajidor Kahot dari Provinsi Jawa Barat yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Hadirin kemudian menyaksikan film pendek tentang Kartini yang diproduksi staf KBRI Ottawa. Film tersebut menyoroti gagasan Kartini tentang pendidikan dan kesetaraan, serta kesinambungannya dalam sejarah Indonesia modern.
Ditampilkan pula kiprah perempuan Indonesia dalam kepemimpinan nasional, mulai dari Maria Ulfah Santoso sebagai Menteri Sosial pada 1946, Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI (2001–2004), hingga figur kontemporer seperti Sri Mulyani Indrawati, Retno Marsudi, dan Armida Alisjahbana di level internasional.
Dalam sambutannya, Dubes Muhsin mengatakan Indonesia bukan hanya mewarisi nama besar Kartini, tetapi juga meneruskan nilai perjuangannya.
“Hari ini, Indonesia berdiri sebagai bukti nyata hidup dari visi Kartini. Perempuan Indonesia telah memimpin bangsa ini, memimpin parlemen, mengelola diplomasi, keuangan negara, hingga isu lingkungan dan kesehatan global,” ujarnya.
Muhsin juga menambahkan, dalam satu hingga dua dekade terakhir, rekrutmen diplomat Indonesia didominasi perempuan, sehingga dunia akan semakin banyak melihat kepala perwakilan perempuan dari Indonesia.
Dalam sambutan kuncinya, Lena Metlege Diab mengaku terharu setelah menyaksikan film tentang Kartini. Ia mengaitkan pesan Kartini dengan pengalaman pribadinya sebagai anak tertua dari lima bersaudara perempuan yang didorong orang tuanya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.
“Surat-surat Kartini bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan jendela pemikiran seorang perempuan muda yang berani menolak batasan zamannya. Warisannya mengingatkan bahwa ketika perempuan diberdayakan, seluruh masyarakat akan maju,” tuturnya.
Acara ditutup dengan penampilan gamelan Jawa oleh seluruh staf KBRI Ottawa, termasuk Deputy Chief of Mission Lefianna Hartati Ferdinandus, yang membawakan tembang Jaranan dan Gugur Gunung.
Para tamu kemudian menikmati sajian makan siang khas Indonesia seperti mi goreng, nasi jeruk, sate ayam, rendang, gulai tahu-telur, urap, tahu, tempe, bakwan sayur, serta kudapan manis. KBRI Ottawa juga menampilkan berbagai produk makanan dan minuman Indonesia yang telah tersedia di pasar Kanada.
KBRI Ottawa berharap perayaan pencatatan surat Kartini di Memory of the World tidak hanya berlangsung di Kanada, tetapi juga di seluruh perwakilan RI di dunia.
Kartini dinilai sebagai aset strategis diplomasi budaya Indonesia, simbol kemajuan, kesetaraan, dan peradaban yang relevan lintas zaman dan lintas batas. (bro)


















