• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hadapi Bencana Informasi, Wamendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Komunikasi Krisis

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 22 Juli 2026 - 10:48
in Nasional
fauzan

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, menegaskan bahwa komunikasi krisis yang tepat menjadi kunci menyelamatkan masyarakat dari kepanikan saat bencana. Foto: Tangkapan layar YouTube INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, menegaskan bahwa dalam menghadapi bencana alam, ancaman terbesar bukan hanya kerusakan fisik yang ditimbulkan, tetapi juga kegagalan komunikasi yang memicu kepanikan dan hilangnya kepercayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Fauzan saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional bertema “Strategi Komunikasi Krisis di Lingkungan Pendidikan dalam Menghadapi Bencana Alam” yang diselenggarakan secara hybrid oleh media massa INDOPOSCO bekerja sama dengan Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

BacaJuga:

BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana di Lingkungan Pendidikan

Bea Cukai Malang Terbitkan NPPBKC kepada PT Pandawa Berdaya Nusantara

Operasi Asap 2026: Bea Cukai dan Satpol PP Amankan 553.100 Batang Rokok Ilegal di Pekalongan

Mengawali pidatonya, Fauzan menyampaikan sebuah pernyataan yang menurutnya terdengar paradoks, namun memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.

“Izinkan saya memulai pidato saya dengan sebuah pernyataan yang mungkin terdengar paradoks, yaitu bencana tidak selalu dimulai ketika bumi bergoncang. Bencana sering kali dimulai ketika komunikasi berhenti bekerja,” ujar Fauzan.

Menurutnya, gempa bumi memang mampu merobohkan bangunan dan banjir dapat menghanyutkan jalan. Namun, informasi yang keliru justru mampu meruntuhkan kepercayaan publik, sedangkan kepanikan yang tidak terkendali dapat menghanyutkan rasionalitas masyarakat.

“Gempa memang merobohkan bangunan. Banjir memang menghanyutkan jalan. Tetapi informasi yang keliru mampu merobohkan kepercayaan. Dan kepanikan yang tidak dikendalikan dapat menghanyutkan rasionalitas masyarakat,” katanya.

Karena itu, Fauzan memberikan apresiasi kepada INDOPOSCO dan Program Magister Ilmu Komunikasi UMJ yang mengangkat tema komunikasi krisis sebagai fokus seminar nasional tersebut. “Sesungguhnya kita tidak sedang membahas teknik berbicara, tetapi sedang membahas bagaimana komunikasi menjadi instrumen penyelamat kehidupan,” tegasnya.

Dalam paparannya, Fauzan menilai perkembangan teknologi digital telah membuat penyebaran informasi berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan proses pengambilan kebijakan pemerintah.

Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai era ketika satu unggahan di media sosial dapat menjangkau jutaan orang hanya dalam hitungan menit, sementara proses verifikasi kebenaran membutuhkan waktu yang lebih panjang.

“Di abad ke-21, kecepatan informasi telah melampaui kecepatan kebijakan. Kita hidup pada zaman ketika satu unggahan media sosial mampu menjangkau jutaan orang hanya dalam hitungan menit, sementara kebenaran masih membutuhkan waktu untuk mengenakan sepatunya,” ungkapnya.

Akibatnya, kata dia, masyarakat sering kali menerima rumor lebih dahulu dibandingkan bantuan, bahkan lebih cepat mempercayai spekulasi daripada informasi resmi. “Maka tantangan terbesar kita hari ini bukan sekadar menghadapi bencana alam, tetapi menghadapi bencana informasi,” tutur Fauzan.

Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun komunikasi publik yang kredibel ketika terjadi krisis.

Menurutnya, fungsi kampus tidak lagi hanya menghasilkan lulusan, ijazah ataupun publikasi ilmiah, melainkan juga membangun kepercayaan masyarakat melalui riset yang berdampak nyata.

“Kampus harus menjadi produsen kepercayaan publik. Kampus harus melahirkan ilmuwan yang mampu mengubah data menjadi arah, pengetahuan menjadi kebijakan, dan komunikasi menjadi ketenangan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa konsep Kampus Berdampak tidak semata diukur dari jumlah publikasi ilmiah, tetapi dari sejauh mana hasil riset mampu membantu pemerintah mengambil keputusan secara cepat dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Dampak bukan hanya ketika riset terbit di jurnal bereputasi, tetapi ketika hasil riset mampu membuat masyarakat tidak panik, pemerintah lebih cepat mengambil keputusan, dan korban bencana dapat diselamatkan lebih banyak,” tutur Fauzan.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi agar tidak memandang profesi komunikasi sebatas pekerjaan di media atau media sosial. Ia menilai seorang komunikator memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar dalam menjaga nilai-nilai kehidupan di tengah masyarakat.

“Jangan pernah berpikir bahwa profesi komunikasi hanya berbicara di depan kamera, menulis berita, atau mengelola media sosial. Sesungguhnya komunikator adalah penjaga nilai dan norma kehidupan,” imbuhnya.

Menurut Fauzan, ketika masyarakat mengalami kebingungan, komunikator bertugas menghadirkan kejelasan. Saat masyarakat diliputi ketakutan, komunikator harus mampu menghadirkan harapan. Dan ketika masyarakat mulai terpecah, komunikator berkewajiban membangun kembali kepercayaan. “Komunikasi bukan sekadar keterampilan profesional, melainkan tanggung jawab moral,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Fauzan berharap seminar nasional tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan kolaborasi konkret antara perguruan tinggi, media, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem komunikasi krisis yang semakin adaptif.

Ia juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Saya berharap seminar ini melahirkan kolaborasi antara perguruan tinggi, media, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun ekosistem komunikasi krisis yang semakin adaptif, berbasis riset, memanfaatkan kecerdasan artifisial, serta bertanggung jawab, sekaligus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.

Fauzan kemudian menutup pidatonya dengan sebuah refleksi mengenai pentingnya komunikasi dalam setiap penanganan bencana.

“Alam memang tidak selalu bisa kita hentikan ketika membawa bencana. Tetapi kepanikan selalu bisa kita cegah ketika komunikasi bekerja dengan baik. Karena pada akhirnya yang menyelamatkan manusia bukan hanya teknologi yang kita ciptakan, melainkan kepercayaan yang kita bangun,” tutup Fauzan. (her)

Tags: Bencana InformasiKomunikasi KrisisPerguruan TinggiProf. Dr. FauzanSeminar Nasional IndoposcoWamendiktisaintek

Berita Terkait.

bnpbb
Nasional

BNPB Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana di Lingkungan Pendidikan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:33
bc2
Nasional

Bea Cukai Malang Terbitkan NPPBKC kepada PT Pandawa Berdaya Nusantara

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:38
bc
Nasional

Operasi Asap 2026: Bea Cukai dan Satpol PP Amankan 553.100 Batang Rokok Ilegal di Pekalongan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:18
nanik
Nasional

Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:42
judol
Nasional

Aktivis Pemuda Apresiasi Sinergi Kemkomdigi Berantas Judi Online hingga Akar Ekosistem

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:32
guru
Nasional

P2G: RUU Sisdiknas Belum Futuristik, Kesejahteraan Guru dan Dosen Belum Terjamin

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:27

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3183 shares
    Share 1273 Tweet 796
  • Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12558 shares
    Share 5023 Tweet 3140
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2753 shares
    Share 1101 Tweet 688
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.