INDOPOSCO.ID – Semen Padang FC menghadapi tantangan serius jelang duel krusial kontra Persijap Jepara pada pekan ke-28 Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Senin (20/4/2026) sore WIB, tim berjuluk Kabau Sirah harus tampil tanpa tiga nama penting dalam skuadnya.
Absennya Alhasan Wakasso, Irsyad Maulana, dan Samuel Christianson menjadi perhatian utama. Ketiganya dipastikan menepi akibat cedera yang belum pulih.
Pelatih kepala Imran Nahumarury menegaskan kondisi tersebut dalam pernyataan resminya.
“Ketiga pemain tersebut mengalami cedera sehingga tidak bisa bermain di laga nanti,” ujar pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury dalam keterangan resmi klub, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan bahwa proses pemulihan masih terus berjalan, dan harapan untuk segera melihat mereka kembali merumput tetap terbuka.
“Mereka saat ini masih dalam tahap pemulihan. Mudah-mudahan cederanya segera pulih dan bisa bergabung lagi dan berjuang bersama,” jelasnya.
Kehilangan Wakasso jelas menjadi pukulan tersendiri. Gelandang tersebut selama ini dikenal sebagai pengatur tempo permainan sekaligus sosok sentral di lini tengah. Sementara itu, Irsyad Maulana kerap menghadirkan dinamika berbeda saat masuk dari bangku cadangan, terutama dalam membongkar pertahanan lawan.
Meski demikian, Imran menolak menjadikan situasi ini sebagai alasan melemahnya tim. Ia memastikan bahwa opsi pengganti telah disiapkan dengan matang.
“Tentu ini membuat opsi kami jadi berkurang. Tapi ini tidak jadi alasan kalau pemain tertentu tidak bisa bermain mengurangi kekuatan tim. Karena kita punya banyak pemain yang siap tampil dan itu mereka tunjukkan di sesi latihan,” tuturnya.
Menghadapi Persijap di putaran kedua juga diprediksi tidak akan mudah. Kedua tim sama-sama mengalami perubahan komposisi pemain, sehingga peta kekuatan pun ikut bergeser.
“Tentu itu sangat berbeda, karena pemain mereka juga mengalami perubahan komposisi. Begitu juga kita yang banyak mendatangkan pemain baru,” tambahnya.
Dengan kondisi yang ada, laga ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga pembuktian kedalaman skuad dan mental bertanding. Di hadapan publik sendiri, Kabau Sirah dituntut tetap garang, meski tanpa beberapa pilar utamanya. (her)










